Campervan camping party at Sukamantri

Sukamantri 11

Have you ever heard a camping ground called Sukamantri? I bet you have not & I wouldn’t blame you for that. Sukamantri is actually one of the best camping grounds for citizens of Jakarta (& also Bogor), but unfortunately it is not that popular compared to, for instance, Gunung Pancar & Gunung Bundar. I’d blame on the misled information regarding the difficulty to reach the place due to the road condition, written in many travelling blogs, saying that the road is very bad & we need a kind of SUV type vehicles. Well, this is 90% wrong. Yes, it’s not advisable to drive a sedan, although my sister drove a Suzuki SX4 (even it’s a crossover model but the ground clearance is not that different with sedan), but generally we can drive any types of cars. You can trust me on this.
Jika Anda belum pernah mendengar sebuah bumi perkemahan bernama Sukamantri, saya maklum. Sukamantri sebenarnya adalah salah satu bumi perkemahan terbaik untuk warga kota Jakarta (& juga Bogor), tetapi sayangnya tempat ini tidak begitu populer dibanding misalnya, Gunung Pancar & Gunung Bundar. Saya menyalahkan informasi yang ngaco yang banyak ditulis di blog tentang kondisi jalan ke sana yang sangat jelek & hanya bisa dilalui oleh kendaraan jenis SUV saja. Informasi ini 90% salah. Memang betul kalau sedan tidak disarankan (walaupun apakah memang ada orang mau memakai sedan pergi ke bumi perkemahan di gunung?), meskipun adik saya kemarin tenang-tenang saja membawa Suzuki SX4nya yang mirip sedan, tetapi secara umum semua jenis kendaraan bisa dipakai menuju lokasi ini. Percayalah.

Sukamantri 20The good things about Sukamantri:

  1. 60km away from Pasar Minggu, South of Jakarta, (& only 10km from Bogor) is considered as NEAR. This is much nearer from Gunung Bundar.
  2. Relatively a quiet place. Have you been to Gunung Pancar? It’s closer but it’s much more crowded & noisy.
  3. Quiet also means we don’t be bothered to book the place in advance. Just go show & a camping spot is always available.
  4. Our vehicle can enter the camping ground. This means we can camp using our Campervan & we can bring heavier logistics for more convenient camping.
  5. Comfortable elevation at 800m above sea level. At this elevation, the air is very fresh & the temperature is very nice because it’s not too cold.
  6. Toilets are many available in generally good condition with flowing clean natural spring water.
  7. Warung (food shops) are available, just in case we are too lazy to cook ourselves.
  8. The place is safe. It’s part of the training ground of the Army’s elite Kujang Raider unit. Nobody will commit a crime in an Army training ground, will it?
  9. Cellular phone signal is available, thought it’s on-off. Recommended provider: Telkomsel.

Sukamantri 9

Kenapa Sukamantri menarik?

  1. Jaraknya dekat. Dari Pasar Minggu (Jakarta Selatan) hanya 60km saja. Dari Bogor hanya 10km. Tempat ini jauh lebih dekat daripada bumi perkemahan Gunung Bundar.
  2. Tempatnya relatif tidak ramai. Pernahkah Anda pergi ke Gunung Pancar? Memang lebih dekat tetapi terlalu ramai & lebih berisik.
  3. Sepi juga berarti kita tak perlu untuk memesan tempat ini jauh-jauh hari. Cukup langsung datang & hampir selalu ada tempat tersedia.
  4. Kendaraan dapat masuk ke area camping. Ini berarti kita dapat menggunakan Campervan untuk camping & dapat membawa perbekalan yang banyak.
  5. Elevasi sekitar 800m di atas permukaan laut yang membuat temperatur nyaman tetapi tidak terlalu dingin. Udaranya pun segar.
  6. Toilet tersedia cukup banyak & tersebar. Kondisi umumnya terawatt. Air alam yang jernih tersedia mengalir tanpa henti.
  7. Warung makanan banyak tersedia, jika kita tak bersemangat untuk memasak.
  8. Tempatnya aman karena termasuk daerah latihan TNI-AD Kujang Raider.
  9. Sinyal hape ada walaupun intermiten. Disarankan: Telkomsel.

Sukamantri 14BWC

So, how to get there? It’s easy:

  1. First of all, if we have never been there or if we are not familiar with city of Bogor, please use the Google Map & search ‘Sukamantri Camping Ground’. It’ll show us a few alternative routes & it’ll give us the idea about where it is. Please remember, Bogor is a traffic-jammed city especially during weekends.
  2. If we drive, from wherever we come from, we need to reach the road of Jalan Raya Ciapus. This is what I recommend because it’s clearer & less junctions. If we see the Angkot no 3 Ramayana-Ciapus, then we are on the right track.
  3. We will notice at least two green-square road signs saying the Bumi Perkemahan Sukamantri (Sukamantri Camping Ground). One of the signs tells us to turn left to reach the camping ground.
  4. From the junction, the road becomes narrow but in good condition & straight. An intersection will be in front of us not far, just go straight. The good road will ends after 2km.
  5. A gravel road will follow; ascending & winding for about 2km. Some spots are too narrow for two cars, but majority two vehicles can pass each other. Don’t worry, the road is very empty.
  6. After passing a security portal & a big housing complex on the left (people say it’s owned by the family of Cendana), the road gets worse; from gravel becoming rocky road without asphalt. This is the misled information written in many blogs regarding the bad road condition, preventing many people to visit Sukamantri. In my opinion; yes the road is bad & not comfortable but as long as our car is not a regular sedan, then we can go through with no problem. Of course, keep the low speed to preserve the mood of the passengers aboard.
  7. After 1km, we will reach the Kujang Raider gate before entering the rain forest. Here, the road gets more ascending & winding under the canopy of jungle.
  8. After another 1km, we will reach the entrance post of the Sukamantri camping ground.

Sukamantri 21

Bagaimana menuju ke sana? Gampang saja:

  1. Pertama-tama, jika kita belum pernah ke sana atau jika kita tidak begitu mengenal Bogor, gunakanlah Google Map lalu cari ‘Sukamantri Camping Ground’. Kita akan diberi beberapa pilihan rute & jelas lokasinya berada dimana. Jangan lupa, Bogor biasanya parah oleh kemacetan terutama di akhir pekan.
  2. Jika kita membawa kendaraan, dari arah mana pun kita datang, tujuan kita adalah Jalan Raya Ciapus. Rute ini ini yang saya rekomendasikan karena lebih jelas & tak begitu banyak belokan & pertigaan-perempatan. Jika kita sudah melihat ada Angkot no 3 jurusan Ramayana-Ciapus, maka kita sudah berada di jalan yang benar.
  3. Petunjuk jalan & lokasi berbentuk kotak berwarna hijau akan jelas terlihat. Ikuti saja sampai memberitahukan kita untuk belok kiri ke arah Bumi Perkemahan Sukamantri.
  4. Lepas dari dari jalan raya, jalan menjadi lebih sempit tetapi bagus kondisinya & lurus. Ada satu simpang di depan, ambil jalan terus. Jalan bagus ini akan berakhir sekitar 2km.
  5. Selanjutnya jalan rusak, dilapisi kerikil & aspalnya sudah bertahun-tahun hilang. Jalan akan mulai menanjak & ada beberapa kelokan sepanjang 2km. Sempit tapi cukup untuk dua buah kendaraan berpapasan, namun ada beberapa spot yang lebih sempit lagi sehingga satu kendaraan akan harus mengalah. Walaupun begitu, jalanan sangat sepi. Sangat jarang ada kendaraan dari arah depan.
  6. Lalu kita akan sampai ke portal security & di dekatnya ada sebuah rumah besar dengan halaman luas & latar belakang Gunung Salak yang indah (kata orang itu adalah rumah milik keluarga Cendana). Selepas ini, jalan akan semakin jelek; jalan bebatuan tanpa aspal. Inilah yang banyak ditulis orang di berbagai blog sebagai jalan batu yang sukar dilalui kendaraan & menyebabkan tidak banyak orang mau berkunjung ke Sukamantri. Menurut saya; memang betul jalannya jelek & tidak nyaman tetapi sepanjang kendaraan kita bukan sedan, maka kendaraan apa pun akan dapat melaluinya dengan aman. Tentu saja, jalan pelan-pelan agar penumpang tetap merasa senyaman mungkin.
  7. Setelah 1km, kita akan sampai ke gerbang Kujang Raider sebelum memasuki hutan tropis. Dari sini, jalanan akan semakin menanjak & semakin berkelok-kelok di bawah kanopi hutan.
  8. 1km berikutnya, maka sampailah kita ke gerbang masuk kawasan bumi perkemahan Sukamantri.

Sukamantri 12

Tickets (very affordable):

  1. Entrance: Rp5,000.00/pax.
  2. Camping: Rp5,000.00/pax/night.
  3. Maintenance retribution: Rp5,000.00/pax.
  4. Parking: Rp10,000/car.

Sukamantri 10SBWC

Tiket (sangat terjangkau):

  1. Masuk: Rp5ribu/orang.
  2. Camping: Rp5ribu/orang/malam.
  3. Retribusi kebersihan: Rp5ribu/orang.
  4. Parkir: Rp10ribu/kendaraan.

Sukamantri 18What to do there:

  1. Camping – what a silly answer.
  2. Eating – another silly answer.
  3. Any outdoor activities: playing football, volleyball, frisbee, hide-n-seek, tug-o-war, etc.
  4. Trekking: to the near water fall, called Curug Parakan. The distance is only less than 1km but we must use a guide (easily available from one of the warung, the fee is only Rp50,000.00) because of the track conditions: steep uphill, narrow, on the edge of deep cliff on some spots, dense forest, some misled junctions, slippery river bed & rocks. During dry season, the water barely flows, but it’ll be nice during the wet season.
  5. Bonfire – the woods is available for only Rp50,000.00 good enough for a few hours fire during a cold night.
  6. Spotting the endangered Javan hawk-eagle (Nisaetus bartelsi). We will need a powerful monoscope for this as the birds are shy.
  7. Outbond – we need to book in advance for them to set up.
  8. Pre-wed, outdoor, nature, family & any other types of photography.
  9. etc.

Sukamantri 5

Apa saja yang dapat dilakukan di sana?

  1. Camping – sebuah jawaban yang nyeleneh.
  2. Makan-makan – lagi-lagi jawaban yang nyeleneh.
  3. Berbagai aktivitas outdoor: bermain bola, bola voli, frisbee, petak-umpet, tarik tambang, dsb.
  4. Trekking: ke air terjun terdekat, yang dinamakan Curug Parakan. Jaraknya dekat, kurang dari 1km saja, tetapi kita harus menggunakan jasa guide (yang gampang tersedia dari salah satu warung makanan & upahnya hanya Rp50 ribu saja) dikarenakan kondisi jalur: banyak tanjakan curam, berdampingan dengan jurang terjal, hutan yang rimbun, terdapat beberapa percabangan yang gampang membuat orang tersesat, jalur sungai kering & bebatuan yang licin. Di musim kering, debit air terjun sangat kecil tetapi akan cukup besar di musim hujan.
  5. Api ungun – kayu bakar dapat dipesan dari warung seharga Rp50ribu, cukup beberapa jam memberi kehangatan di malam yang dingin.
  6. Memperhatikan burung yang hampir punah bernama Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Burung elang berjambul ini dipercayai sebagai cikal burung garuda. Untuk dapat melihatnya di sarang di atas pohon, kita memerlukan sebuah teropong monoscope yang kuat.
  7. Outbond – perlu pemesanan di depan.
  8. Fotografi: pre-wed, outdoor, alam, keluarga & jenis lainnya.
  9. Dan sebagainya.

Sukamantri 16Sukamantri 19

Sukamantri is very good place to visit using a VW Campervan. The VW bus suspension system performs perfectly on this kind of bad rocky road. Personally I think it’s even better than the modern VW SUV suspension that I drove a week before for surveying. We feel a relatively smooth & comfortable ride along this road. You can set up the camping tent right next to the Campervan. Last time we were there, we made-over the place became a party camping-picnic ground…
Sukamantri adalah tempat yang sangat bagus untuk disambangi dengan VW Campervan. Sistem suspensi VW Bus ini bekerja sempurna di atas jalanan jelek berbatu semacam ini. Secara pribadi saya menilai malahan suspensinya lebih baik daripada suspensi VW SUV yang modern seperti yang saya kendarai seminggu sebelumnya waktu survey lokasi. Kita akan merasakan perjalanan yang cukup halus & nyaman walaupun jalannya sangat jelek. Di lokasi, kita dapat mendirikan tenda tepat di sampingnya. Waktu kami di sana, kami mengubah tempat perkemahan menjadi semacam tempat pesta & piknik.

Sukamantri 4

Sukamantri 17

We can also visit the place only for a day picnic, no need to camp overnight. Thanks to the short distance from Bogor & Jakarta.
Kita juga dapat mengunjungi tempat ini cukup untuk piknik seharian, tanpa menginap. Jaraknya relatif dekat dari Bogor & Jakarta.Sukamantri 6Sukamantri 15

So, if you are interested to go to Sukamantri using our Campervans, please call +62 813 1031 4210 for booking.
Jika Anda tertarik ke Sukamantri menggunakan Campervan kami, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210 untuk pemesanan.

Sukamantri 3

The video on YouTube:

 

The VW Beetle: by the numbers

The VW Beetle: by the numbers.
VW Beetle: menurut angka-angka

On July 31, 2003, Volkswagen Beetle was officially discontinued. I’m left with mixed emotions. I’m saddened because a piece of our hobby is officially no more & worried about the future of spare parts supply, but on the other hand, the VW Beetle can now truly become a part of history. Most of us were not alive when VW started building them, but we can all be happy to say we were here when they stopped.
Pada tanggal 31 Juli 2003, Volkswagen Beetle secara resmi dihentikan produksinya. Sebagai seorang pecinta VW, perasaan saya bercampur aduk. Sedih karena salah satu hobby secara resmi diberhentikan & kuatir suku cadang akan hilang di masa depan. Tetapi di sisi lain, VW Beetle sudah tegas menjadi bagian dari sejarah. Hampir semua di antara kita belum lahir pada waktu VW mulai membuatnya, tetapi bolehlah kita semua senang karena kita hadir pada waktu mereka menghentikannya.

Kodok Tamara 2S

Introducing to you our Picnic Beetle; 1974 1303 Super Beetle – Perkenalkan VW Kodok kepunyaan kami yang diberi nama Picnic Beetle, sebuah 1303 Super Beetle buatan tahun 1974…

After 58 years, Volkswagen & its factories around the world turned out 21,529,464 examples of the People’s Car. Thought it isn’t the most produced car in history anymore, VW still holds the tile (Rabbit / Golf is hit more than 25 million mark).
Selama 58 tahun, dari berbagai pabrik Volkswagen di seluruh dunia telah memproduksi 21,529,464 buah VW Beetle. Angka ini sempat bertengger di puncak rekor, sebelum dikalahkan oleh produk VW lainnya, Golf (di Amerika disebutnya Rabbit) yang sudah mencapai lebih dari 25 juta unit.

Tamara 1S

This is one classic view of a VW Beetle; in the middle of an open grass field – Salah satu foto klasik VW Beetle yaitu di tengah lapangan rumput terbuka…

A near impossibility is to picture 21,529,464 VWs. Go out to your garage or driveway, look at your beetle & picture that one car 21,529,463 more times down your street. I’ll bet you can’t, because for starters, you can’t physically see that far. If you line up end to end all Beetles ever made, your street would be a traffic jam 86,280km long – a quarter of the way to the moon – & stacking them one on top of the other, it would form a pile of Beetles 32,130km high. On the average, one Beetle came off the production line one every 85 seconds, 24 hours a day, seven days a week for 58 years. That’s 18,300,044 tons of Beetles, more than 345 HMS Titanics, three Empire State Buildings or the combined average weight of every person in America in 2003.
Hampir mustahil melihat langsung VW Beetle sebanyak 21,529,464 buah. Pergilah keluar, lihat mobil VW Beetle Anda parkir di depan rumah & coba bayangkan ada 21,529,463 mobil sejenis lagi yang parkir di belakangnya. Bisa? Saya pikir tak akan bisa, karena keterbatasan penglihatan kita tak dapat melihat sejauh itu. Jika semua VW Beetle yang sudah pernah dibuat berbaris di jalanan, maka kemacetan dahsyat sepanjang 86,280km akan terjadi – jarak ini sama dengan ¼ jarak bumi ke bulan – & jika ditumpukan satu per satu, maka tumpukannya akan mencapai 32,130km tingginya. Kalau dirata-ratakan, sebuah VW Beetle dibuat dalam waktu hanya 85 detik, non-stop selama 24 jam sehari & 7 hari seminggu selama 58 tahun. Total beratnya mencapai 18,300,044 ton, setara dengan lebih dari berat 345 buah kapal HMS Titanic, atau tiga gedung Empire State Building atau total berat rata-rata semua penduduk Amerika di tahun 2003.

Tamara 2s

“…Spread your little wings & fly away…” Queen, Spread Your Wings, 1977

The numbers are staggering, especially considering the massive amount of minute parts that go along with them. If there’s 21,529,464 Beetles , that means that they were equipped with 301,412,496 light bulbs, 17,397km of fan belts & 107,647,320 tires (five each). Standing one next to another, the tires would stretch from Los Angeles to Calcutta India, 13,590km away, which is twice the length of the Nile River in Africa. There are 688,942,848 fender bolts, three for every person in this country; 86,117,856 pistons, enough to make a pile of pistons 1.6km high, 1.6km wide & 1.6km thick; & 109,117,856 lug nuts, one for every baby born in the world in 2003. If we put these lug nuts end to end, it would be a chain 3,128km long & weight 10,229 tons, more than the Queen Mary.
Angka-angka ini bertambah dahsyat untuk berbagai komponen kendaraan yang dipakai. Untuk jumlah 21,529,464 unit VW Beetle, maka ada 301,412,496 buah bohlam lampu, tali kipas sepanjang 17,397km & ban berjumlah 107,647,320 (masing-masing 5 ban di satu unit). Jika ban-ban ini diberdirikan berjejer, maka panjang barisannya akan menyambungkan kota Los Angeles di Amerika sampai ke kota Kalkuta di India sepanjang 13,590km, yang juga dua kali lipat panjang Sungai Nil di Afrika. Komponen lainnya; ada 688,942,848 buah baut bemper, setiap orang di Amerika akan mendapat masing-masing 3 buah baut ini; 86,117,856 buah piston, cukup untuk membuat tumpukan piston setinggi 1.6km, lebar 1.6km & tebal 1.6km; & 109,117,856 buah mur lug, satu untuk setiap bayi yang lahir di dunia di tahun 2003. Jika mur lug ini dijejerkan, maka panjangnya akan mencapai 3,128km dengan berat 10,229 tons, lebih berat daripada kapal Queen Mary.

Tamara 6SA

Ready to take the whole family for a picnic – Siap untuk membawa Anda piknik sekeluarga…

If all of the Beetles’ back seats were stacked up on top of each other it would be a tower 4,349km high, & if we tiled them out they would completely cover 111-square km Nantucket Island. If we filled up the tanks of all the Beetles, it would drain half of the Lake Ontario, & if we bottled all the oil used in all the Beetles it would fill 40 million wine bottles, nearly twice the oil that was spilled by the Exxon Valdez in 1989. Enough headliner material has been used by VW to cover Manhattan Island almost twice, & line up all the valves side by side & it would stretch from New York across the Atlantic to Paris. If you laid out the VW logo hood ornaments from all the Beetles it would cover 11,515-square meter, enough to completely blanket two football fields, & if you lined them up, it would stretch from Montana to the North Pole.
Jika semua kursi belakang VW Beetle ditumpukan satu per satu, maka tingginya akan mencapai 4,349km & jika didudukan berdempetan, maka luasnya akan mencapai 111 km persegi seluas Pulau Nantucket. Jika semua tangki bensin VW Beetle diisi, maka volumenya sama dengan setengah isi Danau Ontario. Kalau oli mesinnya ditampung di botol, maka akan diperlukan botol wine sebanyak 40juta buah, jumlah oli ini yang sama dengan hampir dua kali lipat volume minyak mentah yang ditumpahkan oleh kapal tanker Exxon Valdez di tahun 1989. Material plafonnya yang dipakai akan cukup untuk membungkus Pulau Manhattan dua kali. Jika semua katup mesin dijejerkan, maka panjangnya akan menyambungkan kota New York di Amerika menyeberang samudera Atlantik sampai ke kota Paris di Perancis. Jika semua logo VW (yang terletak di atas kap bagasi depan) dipasangkan berdampingan, maka luasnya akan mencapai 11,515 meter persegi, yaitu seluas dua lapangan sepak bola. Jika logo ini didirikan bersebelahan, maka panjangnya akan mencapai jarak dari negara bagian Montana sampai Kutub Utara.

ITB 3S

Nearby ITB, Bandung – Di dekat kampus ITB yang asri, Bandung…

The average fuel capacity of all the Beetles total 855,838,562 liters, which is enough fuel to keep 100 Boeing 747s flying non-stop for nearly five years (provided they used regular gas). Though the cargo volume changed periodically through the course of production, they all add up to roughly 6.1 cubic km worth of space, which is equal to the amount of mountain blown off by the Mount St. Helens eruption in 1980 (roughly 433m of the summit).
Jika dijumlahkan, maka kapasitas volume tangki bensin Beetle total mencapai 855,838,562 liter. Jumlah ini cukup untuk menggerakkan 100 buah pesawat Boeing 747 Jumbo Jet terbang selama lima tahun non-stop (kalau misalnya bahan bakarnya menggunakan bensin). Jika volume bagasi dijumlahkan, maka totalnya akan mencapai 6.1 km kubik, yaitu volume dari material gunung yang dilontarkan pada waktu gunung berapi St. Helens meletus di tahun 1980.

ITB 1S

In ITB (Institut Teknologi Bandung), Bandung – Gedung di belakang adalah ciri khas Kampus ITB, Bandung…

The most important figures that come out of all of this is that 21,529,464 people around the world bought, drove & enjoyed a brand new Volkswagen Beetle from a dealership sometime in their lives. This event, this source of pride for 21,529,464 people, happened daily for 58 years & after July 31, 2003, will never happen again.
Angka-angka yang paling penting sebetulnya adalah ada 21,529,464 orang yang telah membeli, mengemudikan & menikmati sebuah VW Beetle baru dari show room di salah satu masa hidupnya. Kebahagiaan & kebanggaan ini dimiliki oleh 21,529,464 orang, setiap hari selama 58 tahun & berakhir di tanggal 31 Juli 2003.

Telo 1S

This photo is the winner of the photo contest, conducted by VICC (Volkswagen Indonesian Cyber Community), March 2014 – Foto anak kami & Picnic Beetle ini pemenang lomba foto yang diadakan oleh VICC, di bulan Maret 2014…

Then again, maybe 10 years after they bought them, 90% of those 21,529,464 people sold their VW to 19,376,517 more people, & 10 years after that, 90% of those people may have sold their VW to 17,438,865 more people… & the cycle has continued & will continue possibly for endless generations.
Mungkin, 10 tahun kemudian setelah para konsumen ini membeli VW Beetle, 90% dari 21,529,464 orang telah menjualnya kepada 19,376,517 orang lain yang berbeda. Lalu 10 tahun berikutnya lagi, 90% orang tersebut telah menjualnya kembali kepada 17,438,865 orang yang berbeda … & siklus ini terus berlanjut & berlanjut sampai kepada generasi yang tak berujung.

CFD 12S

In the housing complex after returning from a Car Free Day – Di jalan masuk utama komplek setelah ikutan Car Free Day…

Keep your VW Beetle alive, they’re not making anymore of them, you know.
Peliharalah VW Beetle mu baik-baik. Mobil ini sudah tidak dibuat lagi.

Cibubur 2SA

A photo session in Cibubur – Sesi foto di Cibubur…

Cibubur 4SATEXT

Another photo in Cibubur – Salah satu foto lain di Cibubur…

Cibubur 6TEXTS

The quote speaks itself – Kata-kata bijaksana…

The Volkswagen Type 1 automobile, also known as the Volkswagen Beetle or Bug, is known colloquially by various names in different countries, usually local renderings of the word “beetle”. Among these are:
Mobil Volkswagen Type 1 juga dikenal dengan nama VW Beetle or Bug, mempunyai nama sebutan yang berbeda-beda di berbagai negara, yang umumnya menunjukan ke serangga jenis “kumbang”. Nama-nama tersebut adalah sebagai berikut:

  • Beetle in the UK
  • Bug in the US
  • Käfer (beetle) in Germany, Austria and Alemannic Switzerland
  • Kever in Dutch-speaking Belgium and the Netherlands
  • Pichirilo in Ecuador
  • Pulga (flea), Escarabajo (beetle) in Colombia
  • ඉබ්බා (tortoise) in Sri Lanka
  • Vocho, Vochito or Volcho (navel) in Mexico, Costa Rica and Colombia
  • Fusca in Brazil, Paraguay and Uruguay (from “fauvê”, “VW” in German pronunciation), Fusquinha (little VW) in Brazil, Fusquita (little VW) in Uruguay
  • Escarabajo (beetle) in Argentina, Chile, Colombia, Paraguay, Peru, Spain, Uruguay, El Salvador, Costa Rica and Venezuela
  • Peta (turtle) in Bolivia
  • Folcika or Buba (bug) in Bosnia and Herzegovina
  • Косτенурка (“Kostenurka”, turtle), Бръмбар (“Brambar”, beetle) in Bulgaria
  • Bug, Beetle in Australia, English Canada, India, the United Kingdom, and the USA
  • Escarabat (beetle) in Catalan
  • Poncho in Chile
  • 甲壳虫 (“Jiǎ Ké Chóng”, beetle) in China
  • Buba in Croatia
  • Brouk in Czech Republic
  • Boblen (The bubble), Bobbelfolkevogn (bubble Volkswagen), Asfaltboblen (The asphalt bubble), Billen (The Beetle) gravid rulleskøjte (pregnant rollerskate) or Hitlerslæden (Hitler-sled) in Denmark
  • Cepillo (brush or ice shaver) in Dominican Republic
  • خنفسة (“khon-fesa”, beetle) in Egypt
  • Fakrouna (tortoise) in Libya
  • Põrnikas (beetle) in Estonia
  • Kupla (bubble), Kuplavolkkari (bubble Volkswagen), Aatun kosto (Adi’s revenge) in Finland
  • Coccinelle (ladybug) in France, French-speaking Belgium, Algeria, Quebec and Haiti
  • Choupette (Herbie’s name in the French version of the movie) in French Canada
  • Буба (beetle) in the Republic of Macedonia
  • 金龜車 (“Jin-guei che”) in Taiwan
  • Σκαθάρι (“Skathari”, beetle), Σκαραβαίος (“Skaraveos”, scarab), Χελώνα (“Chelona”, turtle) in Greece
  • Cucaracha or Cucarachita (cockroach, little cockroach) in Guatemala, El Salvador and Honduras
  • Bogár (bug) in Hungary
  • Bjalla (bell) in Iceland
  • Kodok (frog) in Indonesia
  • Ghoorbaghei (قورباغه ای) (frog) in Persian Iran
  • Agroga عكروكة (little frog), Rag-gah ركـّة (little turtle) in Iraq
  • חיפושית (“Hipushit”, beetle) or Bimba in Israel
  • Maggiolino (maybug, cockchafer), Maggiolone (big beetle) in Italy
  • カブトムシ (“Kabuto-mushi”) (drone beetle) in Japan
  • Kifuu in Kenya
  • Vabole in Latvia
  • Vabalas in Lithuania
  • Kura (turtle), Kodok (frog) in Malaysia
  • Sedán (sedan car), Pulguita (little flea), Vocho/Vochito or Bocho/Bochito (little Volkswagen) in Mexico and across Latin America
  • Kashima in Namibia
  • Bhyagute car (frog car) in Nepal
  • Boble (bubble) in Norway
  • Foxi or Foxy in Pakistan
  • Pendong, Kotseng kuba (hunchback car), Pagong, Ba-o, (turtle), Boks (tin can), sometimes Beetle in the Philippines
  • Garbus (hunchback) in Poland
  • Carocha (beetle) in Portugal
  • Volky in Puerto Rico
  • Broasca, Broscuţă (little frog), Buburuza (ladybird) in Romania
  • Фольксваген-жук (“Folksvagen-zhuk”, Volkswagen bug) in Ukraine
  • Жук (“Zhuk”, beetle) in Russia
  • Буба (“Buba”, bug) in Serbia
  • Volla or Volksie (little Volkswagen), Kewer (beetle) in South Africa
  • Chrobák (beetle) in Slovakia
  • Hrošč (beetle) in Slovenia
  • Volks, Beetle or Ibba (turtle) in Sri Lanka
  • Mgongo wa Chura (frog’s back), Mwendo wa Kobe (tortoise speed) in Swahili
  • Folka (Volkswagen), Bagge (short for Skalbagge, beetle), Bubbla (bubble) in Sweden and Swedish-speaking Finland
  • Kobe in Tanzania
  • รถเต่า (“Rod Tao”, turtle car), โฟล์คเต่า (“Volk Tao”, Volkswagen car) in Thai
  • Kaplumbağa (turtle), Tosbağa (tortoise), Vosvos, Beetle in Turkey
  • Con Bọ in Vietnam
  • Bhamba datya (“Datya”, frog) in Zimbabwe
  • Tortuga (tortoise) in Panama
  • Escarabajo (beetle), Bocho (little Volkswagen), Rana (frog) in Perú
  • Цох in Mongolia
  • “فولوکس” (Foloks), in Afghanistan
Kota Tua Beetle 4SBWC

Another photo session in Kota Tua (Old Town), Jakarta – Sesi foto di kawasan Kota Tua, Jakarta…

Kodok 1S

The Beetle is popular of its roof rack loaded with vintage properties – VW Kodok populer dengan rak bagasi di atapnya yang dimuati oleh barang-barang lawas…

Kodok 3SBWC

The Picnic Beetle…

If you are interested to rent this gorgeous Picnic Beetle, please call +62 813 1031 4210 for inquiry.
Jika Anda berminat menyewa Picnic Beetle yang cantik ini, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210 untuk membicarakannya.

Welcome to Jakarta VW Campervan – Selamat datang di Jakarta VW Campervan

Featured

Welcome to Jakarta VW Campervan, the first & the only Volkswagen classic campervan rental company in Indonesia.
Selamat datang di Jakarta VW Campervan, tempat penyewaan (rental) mobil Volkswagen Campervan klasik pertama & satu-satunya di Indonesia.

BlackX 12BWC

VW Campervan is the most famous campervan in the world. They pioneered the campervan world as we know it today back in the 1950’s. The combination of a compact van equipped with all the basics of your home was & still is the most practical combination to explore the world far beyond the imaginary fence of your home. The words freedomadventure are what to describe these vans.  And now, they are here in Indonesia & available for rental, for yourself or with your family, friends & loved ones, for a weekend camping or simply a day trip picnic outside the town.
VW Campervan adalah kendaraan campervan yang paling terkenal sedunia. VW memelopori jenis kendaraan yang sekarang disebut campervan ini di tahun 1950-an. Kendaraan jenis ini sangat populer karena Anda dapat membawa rumah secara praktis untuk dibawa jalan-jalan keluar. Bebas menjelajah adalah dua kata yang sangat jelas mendefinisikannya. Sekarang, campervan ini telah hadir di Indonesia & tersedia untuk disewa untuk Anda sendiri, atau untuk mengajak sekeluarga camping di akhir pekan atau piknik keluar kota, bersama teman atau siapa saja yang Anda cintai.

Gn Pancar 1

Jakarta VW Campervan is a family-run business. Sitting proudly in the driver’s seat is Doddy, the owner, a Volkswagen enthusiast & a classic rock lover. We pride ourselves on our hire vans being of the best quality, providing comfort, reliability & that all important classic style.
Jakarta VW Campervan adalah usaha keluarga yang disupiri oleh Doddy, sang pemilik, seorang penggemar VW & juga seorang pecinta musik rock klasik. Kami merasa bangga bahwa semua kendaraan kami berkualitas tinggi, nyaman, handal & bercita rasa klasik.

BlackX 6

Red Hot Chili Peppers – 1963 Volkswagen Splitbus

BlackX 8

Deep Purple – 1979 Volkswagen Kombi

We’re based in south of Jakarta, within easy reach from Pasar Minggu exit of JORR toll road & is only 10 minutes walk from Tanjung Barat train station. To reach us, please call at +62 813 1031 4210, or email us at vwcampervan.jakarta@yahoo.co.id. We recommend you to read the FAQs, as well.
Kami berlokasi di Jakarta Selatan, dekat pintu keluar Pasar Minggu di jalan tol JORR & hanya berjarak 10 menit jalan kaki dari stasiun Commuter Line Tanjung Barat. Untuk menghubungi kami, silahkan telepon di nomor +62 813 1031 4210 atau lewat imel vwcampervan.jakarta@yahoo.co.id. Kami juga menyarankan Anda untuk membaca FAQ terlebih dahulu untuk mendapatkan banyak informasi lainnya..

BlackX 13

Rental Prices – Tarif Sewa

The rental prices is available here.
Tarif sewa dapat dilihat disini.

Please call +62 813 1031 4210 for booking.
Mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210 untuk pemesanan.

Hope you visit us soon.
Kami tunggu kedatangannya segera.

Warm regards – Salam hangat,

Jakarta VW Campervan