About Jakarta VW Campervan

"Now everyone can drive a Volkswagen Campervan"

Campervan camping party at Sukamantri

Sukamantri 11

Have you ever heard a camping ground called Sukamantri? I bet you have not & I wouldn’t blame you for that. Sukamantri is actually one of the best camping grounds for citizens of Jakarta (& also Bogor), but unfortunately it is not that popular compared to, for instance, Gunung Pancar & Gunung Bundar. I’d blame on the misled information regarding the difficulty to reach the place due to the road condition, written in many travelling blogs, saying that the road is very bad & we need a kind of SUV type vehicles. Well, this is 90% wrong. Yes, it’s not advisable to drive a sedan, although my sister drove a Suzuki SX4 (even it’s a crossover model but the ground clearance is not that different with sedan), but generally we can drive any types of cars. You can trust me on this.
Jika Anda belum pernah mendengar sebuah bumi perkemahan bernama Sukamantri, saya maklum. Sukamantri sebenarnya adalah salah satu bumi perkemahan terbaik untuk warga kota Jakarta (& juga Bogor), tetapi sayangnya tempat ini tidak begitu populer dibanding misalnya, Gunung Pancar & Gunung Bundar. Saya menyalahkan informasi yang ngaco yang banyak ditulis di blog tentang kondisi jalan ke sana yang sangat jelek & hanya bisa dilalui oleh kendaraan jenis SUV saja. Informasi ini 90% salah. Memang betul kalau sedan tidak disarankan (walaupun apakah memang ada orang mau memakai sedan pergi ke bumi perkemahan di gunung?), meskipun adik saya kemarin tenang-tenang saja membawa Suzuki SX4nya yang mirip sedan, tetapi secara umum semua jenis kendaraan bisa dipakai menuju lokasi ini. Percayalah.

Sukamantri 20The good things about Sukamantri:

  1. 60km away from Pasar Minggu, South of Jakarta, (& only 10km from Bogor) is considered as NEAR. This is much nearer from Gunung Bundar.
  2. Relatively a quiet place. Have you been to Gunung Pancar? It’s closer but it’s much more crowded & noisy.
  3. Quiet also means we don’t be bothered to book the place in advance. Just go show & a camping spot is always available.
  4. Our vehicle can enter the camping ground. This means we can camp using our Campervan & we can bring heavier logistics for more convenient camping.
  5. Comfortable elevation at 800m above sea level. At this elevation, the air is very fresh & the temperature is very nice because it’s not too cold.
  6. Toilets are many available in generally good condition with flowing clean natural spring water.
  7. Warung (food shops) are available, just in case we are too lazy to cook ourselves.
  8. The place is safe. It’s part of the training ground of the Army’s elite Kujang Raider unit. Nobody will commit a crime in an Army training ground, will it?
  9. Cellular phone signal is available, thought it’s on-off. Recommended provider: Telkomsel.

Sukamantri 9

Kenapa Sukamantri menarik?

  1. Jaraknya dekat. Dari Pasar Minggu (Jakarta Selatan) hanya 60km saja. Dari Bogor hanya 10km. Tempat ini jauh lebih dekat daripada bumi perkemahan Gunung Bundar.
  2. Tempatnya relatif tidak ramai. Pernahkah Anda pergi ke Gunung Pancar? Memang lebih dekat tetapi terlalu ramai & lebih berisik.
  3. Sepi juga berarti kita tak perlu untuk memesan tempat ini jauh-jauh hari. Cukup langsung datang & hampir selalu ada tempat tersedia.
  4. Kendaraan dapat masuk ke area camping. Ini berarti kita dapat menggunakan Campervan untuk camping & dapat membawa perbekalan yang banyak.
  5. Elevasi sekitar 800m di atas permukaan laut yang membuat temperatur nyaman tetapi tidak terlalu dingin. Udaranya pun segar.
  6. Toilet tersedia cukup banyak & tersebar. Kondisi umumnya terawatt. Air alam yang jernih tersedia mengalir tanpa henti.
  7. Warung makanan banyak tersedia, jika kita tak bersemangat untuk memasak.
  8. Tempatnya aman karena termasuk daerah latihan TNI-AD Kujang Raider.
  9. Sinyal hape ada walaupun intermiten. Disarankan: Telkomsel.

Sukamantri 14BWC

So, how to get there? It’s easy:

  1. First of all, if we have never been there or if we are not familiar with city of Bogor, please use the Google Map & search ‘Sukamantri Camping Ground’. It’ll show us a few alternative routes & it’ll give us the idea about where it is. Please remember, Bogor is a traffic-jammed city especially during weekends.
  2. If we drive, from wherever we come from, we need to reach the road of Jalan Raya Ciapus. This is what I recommend because it’s clearer & less junctions. If we see the Angkot no 3 Ramayana-Ciapus, then we are on the right track.
  3. We will notice at least two green-square road signs saying the Bumi Perkemahan Sukamantri (Sukamantri Camping Ground). One of the signs tells us to turn left to reach the camping ground.
  4. From the junction, the road becomes narrow but in good condition & straight. An intersection will be in front of us not far, just go straight. The good road will ends after 2km.
  5. A gravel road will follow; ascending & winding for about 2km. Some spots are too narrow for two cars, but majority two vehicles can pass each other. Don’t worry, the road is very empty.
  6. After passing a security portal & a big housing complex on the left (people say it’s owned by the family of Cendana), the road gets worse; from gravel becoming rocky road without asphalt. This is the misled information written in many blogs regarding the bad road condition, preventing many people to visit Sukamantri. In my opinion; yes the road is bad & not comfortable but as long as our car is not a regular sedan, then we can go through with no problem. Of course, keep the low speed to preserve the mood of the passengers aboard.
  7. After 1km, we will reach the Kujang Raider gate before entering the rain forest. Here, the road gets more ascending & winding under the canopy of jungle.
  8. After another 1km, we will reach the entrance post of the Sukamantri camping ground.

Sukamantri 21

Bagaimana menuju ke sana? Gampang saja:

  1. Pertama-tama, jika kita belum pernah ke sana atau jika kita tidak begitu mengenal Bogor, gunakanlah Google Map lalu cari ‘Sukamantri Camping Ground’. Kita akan diberi beberapa pilihan rute & jelas lokasinya berada dimana. Jangan lupa, Bogor biasanya parah oleh kemacetan terutama di akhir pekan.
  2. Jika kita membawa kendaraan, dari arah mana pun kita datang, tujuan kita adalah Jalan Raya Ciapus. Rute ini ini yang saya rekomendasikan karena lebih jelas & tak begitu banyak belokan & pertigaan-perempatan. Jika kita sudah melihat ada Angkot no 3 jurusan Ramayana-Ciapus, maka kita sudah berada di jalan yang benar.
  3. Petunjuk jalan & lokasi berbentuk kotak berwarna hijau akan jelas terlihat. Ikuti saja sampai memberitahukan kita untuk belok kiri ke arah Bumi Perkemahan Sukamantri.
  4. Lepas dari dari jalan raya, jalan menjadi lebih sempit tetapi bagus kondisinya & lurus. Ada satu simpang di depan, ambil jalan terus. Jalan bagus ini akan berakhir sekitar 2km.
  5. Selanjutnya jalan rusak, dilapisi kerikil & aspalnya sudah bertahun-tahun hilang. Jalan akan mulai menanjak & ada beberapa kelokan sepanjang 2km. Sempit tapi cukup untuk dua buah kendaraan berpapasan, namun ada beberapa spot yang lebih sempit lagi sehingga satu kendaraan akan harus mengalah. Walaupun begitu, jalanan sangat sepi. Sangat jarang ada kendaraan dari arah depan.
  6. Lalu kita akan sampai ke portal security & di dekatnya ada sebuah rumah besar dengan halaman luas & latar belakang Gunung Salak yang indah (kata orang itu adalah rumah milik keluarga Cendana). Selepas ini, jalan akan semakin jelek; jalan bebatuan tanpa aspal. Inilah yang banyak ditulis orang di berbagai blog sebagai jalan batu yang sukar dilalui kendaraan & menyebabkan tidak banyak orang mau berkunjung ke Sukamantri. Menurut saya; memang betul jalannya jelek & tidak nyaman tetapi sepanjang kendaraan kita bukan sedan, maka kendaraan apa pun akan dapat melaluinya dengan aman. Tentu saja, jalan pelan-pelan agar penumpang tetap merasa senyaman mungkin.
  7. Setelah 1km, kita akan sampai ke gerbang Kujang Raider sebelum memasuki hutan tropis. Dari sini, jalanan akan semakin menanjak & semakin berkelok-kelok di bawah kanopi hutan.
  8. 1km berikutnya, maka sampailah kita ke gerbang masuk kawasan bumi perkemahan Sukamantri.

Sukamantri 12

Tickets (very affordable):

  1. Entrance: Rp5,000.00/pax.
  2. Camping: Rp5,000.00/pax/night.
  3. Maintenance retribution: Rp5,000.00/pax.
  4. Parking: Rp10,000/car.

Sukamantri 10SBWC

Tiket (sangat terjangkau):

  1. Masuk: Rp5ribu/orang.
  2. Camping: Rp5ribu/orang/malam.
  3. Retribusi kebersihan: Rp5ribu/orang.
  4. Parkir: Rp10ribu/kendaraan.

Sukamantri 18What to do there:

  1. Camping – what a silly answer.
  2. Eating – another silly answer.
  3. Any outdoor activities: playing football, volleyball, frisbee, hide-n-seek, tug-o-war, etc.
  4. Trekking: to the near water fall, called Curug Parakan. The distance is only less than 1km but we must use a guide (easily available from one of the warung, the fee is only Rp50,000.00) because of the track conditions: steep uphill, narrow, on the edge of deep cliff on some spots, dense forest, some misled junctions, slippery river bed & rocks. During dry season, the water barely flows, but it’ll be nice during the wet season.
  5. Bonfire – the woods is available for only Rp50,000.00 good enough for a few hours fire during a cold night.
  6. Spotting the endangered Javan hawk-eagle (Nisaetus bartelsi). We will need a powerful monoscope for this as the birds are shy.
  7. Outbond – we need to book in advance for them to set up.
  8. Pre-wed, outdoor, nature, family & any other types of photography.
  9. etc.

Sukamantri 5

Apa saja yang dapat dilakukan di sana?

  1. Camping – sebuah jawaban yang nyeleneh.
  2. Makan-makan – lagi-lagi jawaban yang nyeleneh.
  3. Berbagai aktivitas outdoor: bermain bola, bola voli, frisbee, petak-umpet, tarik tambang, dsb.
  4. Trekking: ke air terjun terdekat, yang dinamakan Curug Parakan. Jaraknya dekat, kurang dari 1km saja, tetapi kita harus menggunakan jasa guide (yang gampang tersedia dari salah satu warung makanan & upahnya hanya Rp50 ribu saja) dikarenakan kondisi jalur: banyak tanjakan curam, berdampingan dengan jurang terjal, hutan yang rimbun, terdapat beberapa percabangan yang gampang membuat orang tersesat, jalur sungai kering & bebatuan yang licin. Di musim kering, debit air terjun sangat kecil tetapi akan cukup besar di musim hujan.
  5. Api ungun – kayu bakar dapat dipesan dari warung seharga Rp50ribu, cukup beberapa jam memberi kehangatan di malam yang dingin.
  6. Memperhatikan burung yang hampir punah bernama Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Burung elang berjambul ini dipercayai sebagai cikal burung garuda. Untuk dapat melihatnya di sarang di atas pohon, kita memerlukan sebuah teropong monoscope yang kuat.
  7. Outbond – perlu pemesanan di depan.
  8. Fotografi: pre-wed, outdoor, alam, keluarga & jenis lainnya.
  9. Dan sebagainya.

Sukamantri 16Sukamantri 19

Sukamantri is very good place to visit using a VW Campervan. The VW bus suspension system performs perfectly on this kind of bad rocky road. Personally I think it’s even better than the modern VW SUV suspension that I drove a week before for surveying. We feel a relatively smooth & comfortable ride along this road. You can set up the camping tent right next to the Campervan. Last time we were there, we made-over the place became a party camping-picnic ground…
Sukamantri adalah tempat yang sangat bagus untuk disambangi dengan VW Campervan. Sistem suspensi VW Bus ini bekerja sempurna di atas jalanan jelek berbatu semacam ini. Secara pribadi saya menilai malahan suspensinya lebih baik daripada suspensi VW SUV yang modern seperti yang saya kendarai seminggu sebelumnya waktu survey lokasi. Kita akan merasakan perjalanan yang cukup halus & nyaman walaupun jalannya sangat jelek. Di lokasi, kita dapat mendirikan tenda tepat di sampingnya. Waktu kami di sana, kami mengubah tempat perkemahan menjadi semacam tempat pesta & piknik.

Sukamantri 4

Sukamantri 17

We can also visit the place only for a day picnic, no need to camp overnight. Thanks to the short distance from Bogor & Jakarta.
Kita juga dapat mengunjungi tempat ini cukup untuk piknik seharian, tanpa menginap. Jaraknya relatif dekat dari Bogor & Jakarta.Sukamantri 6Sukamantri 15

So, if you are interested to go to Sukamantri using our Campervans, please call +62 813 1031 4210 for booking.
Jika Anda tertarik ke Sukamantri menggunakan Campervan kami, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210 untuk pemesanan.

Sukamantri 3

The video on YouTube:

 

Advertisement

Camping to Wisata Capolaga, Subang

Cardamom (/ˈkɑrdəməm/), sometimes called cardamon, is a spice made from the seeds of several plants in the genera Elettaria & Amomum in the family Zingiberaceae.
Kapulaga / Capolaga adalah nama Indonesia untuk Cardamom, yaitu sejenis rempah-rempah yang dihasilkan dari biji beberapa tanaman dari genera Elettaria dan Amomum dalam keluarga Zingiberaceae (keluarga jahe-jahean).

Capolaga 5

The participants of Capolaga Camping event conducted by Alumni of ITB – Para peserta acara Camping di Capolaga dari Alumni ITB. Camping bersama ini merupakan acara rutin.

It was in June 2015, a dry season month, on the last weekend before the fasting month of Ramadhan began, we took the two Campervans (Red Hot Chili Peppers & Deep Purple) for camping. There were 36 people in the group consisted of our whole family, with some closed friends of our daughter & friends of ITB alumni with their families.
Pada awal bulan Juni setelah memasuki musim kering, pada akhir pekan terakhir sebelum bulan puasa, kami membawa dua Campervan (Red Hot Chili Peppers & Deep Purple) pergi camping. Rombongan terdiri dari 36 orang yaitu kami sekeluarga beserta beberapa teman dekat anak kami & beberapa alumni ITB bersama keluarga & sanak saudaranya.

Capolaga 11

The Block F camping ground occupied by tents & Campervans – Area camping Blok F diisi oleh tenda-tenda & Campervan.

We chose a new outdoor place called Wisata Capolaga, located about 3km away from the popular hot spring Ciater (north of Bandung), Subang, West Java. The main attractions of the area are the three natural water falls, which all of them are friendly enough for us to take shower below them, & also several camping grounds.
Kami memilih sebuah tempat wisata outdoor yang relatif baru bernama Wisata Capolaga. Lokasinya sekitar 3km dari perempatan Ciater (sebelah utara Bandung), kabupaten Subang. Atraksi utama tempat ini adalah tiga buah air terjun (disebutnya Curug dalam Bahasa Sunda) yang semuanya dapat dijadikan tempat bermandi, selain beberapa area camping.

Capolaga 6

Recharging the batteries using solar cells – Mengising ulang batere dengan memanfaatkan sinar surya.

To get there is not difficult. From Pasar Minggu, South of Jakarta, it is about 135km away via Purwakarta-Wanayasa, or 145km via the new Cipali toll way & Subang, or 194km via Bandung-Lembang. At that time, the new Cipali toll way was not opened yet, so from Jakarta we took the Cikampek toll way, exited in Jatiluhur, went through city of Purwakarta to Wanayasa town, got in to the popular Jalan Cagak junction, turned right about 9km uphill until we reached the intersection of Ciater. Take the right turn & the location is 3km away from there. Please drive cautiously since there is a narrow & continuously straight downhill road more than 500m long through a village before reaching the location.
Menuju lokasi tidaklah susah. Dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan, jaraknya sekitar 135km jika melalui Purwakarta-Wanayasa, atau 145km lewat jalan toll baru Cipali & kota Subang, atau 194km via kota Bandung & Lembang. Pada waktu kami ke sana awal bulan Juni, toll Cipali belum dibuka, sehingga kami mengambil jalur Purwakarta-Wanayasa; dari toll Purbaleunyi exit di pintu toll Jatiluhur, masuk ke kota Purwakarta, ke arah kota kecamatan Wanayasa, sampai muncul di pertigaan Jalan Cagak. Belok kanan menanjak sekitar 9km sampai ke perempatan Ciater. Masuk ke kanan & lokasinya berjarak sekitar 3km. Mohon mengemudikan kendaraan dengan berhati-hati waktu melewati jalan sempit pedesaan yang menurun panjang & lurus sejauh lebih dari 500m sebelum sampai ke lokasi.

Capolaga 8

Red Hot Chilli Peppers campervan at the Cikampek toll road – Campervan Red Hot Chilli Peppers di jalan toll Cikampek.

We stayed at the Block F camping ground, nearby Gate 2; the only camping ground where we can park our cars in. Getting near to our cars means we can bring additional extra equipment & more food & water for more convenience.  The maximum capacity of the Block F is 50 people, without the cars. If you park the cars inside, then the capacity is reduced. However, there is a parking lot just next to it. The elevation is about 810m asl. The temperature range is 20-31 Centigrade.
Kami bercamping di Blok F, dekat Gerbang 2; satu-satunya area camping dimana kita dapat membawa mobil masuk. Berada dekat dengan mobil berarti lebih banyak peralatan camping, makanan & minuman yang dapat dibawa untuk kenyamanan kita. Maksimum kapasitas area camping Blok F adalah 50 orang, tanpa mobil. Jika mobil diparkir di dalam, maka kapasitas orangnya akan berkurang. Untuk itu ada tempat parkir kendaraan tepat di sebelahnya. Elevasinya adalah 810m di atas permukaan laut. Temperatur berkisar dari 20-31 derajat Celcius.

Capolaga 8

From this angle, we can see the Block F camping ground clearer – Dari sudut kamera ini, area camping Blok F terlihat lebih jelas.

Block F is located nearby a public toilet (MCK), less than 100m away. There are five bathrooms with squatting type toilet & one bathroom with sitting type toilet. Most of the rooms have light & all have running fresh natural water. Next to the MCK is a musholla.
Blok F tempatnya berdekatan dengan MCK umum, kurang dari 100m saja jaraknya. Terdapat lima buah kamar mandi dengan toilet jongkok & satu buah kamar mandi dengan toilet duduk. Semuanya tersedia dengan air segar pegunungan yang terus-terusan mengalir & juga dilengkapi dengan lampu. Tepat di sebelah MCK terdapat sebuah musholla.

The security gate & office are also located not too far from the Block F, together with the main parking lots & food & souvenirs shops. During weekend, please be prepared that the area will be crowded of visitors & many cars will get in & out back & forth. However, Block F is little separated away & we still keep the privacy.
Gerbang sekuriti & kantor staf juga letaknya berdekatan dengan Blok F, tak jauh dari tempat parkir utama kendaraan & warung-warung suvenir & makanan. Walaupun begitu, Blok F letaknya terpisah sehingga privasinya cukup terjaga.

Capolaga 1

Goa Badak waterfall – Curug Goa Badak

From there, walking down the hill about 5-10mins, we will get to the 3rd water fall. It’s called Curug Goa Badak (Curug = waterfall, Goa = cave, Badak = rhino, so please interpret yourself). This is the most downstream waterfall out of three; the biggest one, less than 10m tall & the only one with a shallow pool beneath it for us to swim, to play water or to bath. Since it is the closest one to the  parking lot, the waterfall is the most crowded one with visitors.
Dari area tersebut, jalanan menurun sekitar 5-10menit, kita akan sampai ke curug (yang artinya air terjun) no 3. Namanya Curug Goa Badak. Dari tiga buah curug, yang ini letaknya paling di hilir, paling besar, tingginya kurang dari 10m & satu-satunya yang ada kolamnya yang tidak dalam untuk bermain air, berenang & mandi. Karena letaknya paling dekat ke tempat parkir umum, curug ini pun menjadi yang paling ramai dikunjungi orang.

Capolaga 4

Sawer waterfall – Curug Sawer.

From there, walking uphill about 400m to reach the 2nd waterfall; the smallest but the tallest (about 30-40m), called Curug Sawer. During the dry season where the water flow is small, it’s convenient to take a shower beneath it. There are several locations for camping nearby this waterfall. It’s on a valley & the ground is flat. In my opinion, this is the best location for camping, as long as you have no problem carrying all your camping gears, food & water  400-500m away from your car.
Dari situ, jalan ke atas sekitar 400m, kita akan sampai ke curug kedua; curug yang paling kecil tetapi paling tinggi (sekitar30-40m) yang dinamakan Curug Sawer. Pada waktu musim kering, debit air kecil sehingga kita dapat bermain pancuran di bawahnya dengan nyaman. Di sekitarnya ada beberapa lokasi camping di dasar sebuah lembah yang relatif rata. Menurut opini penulis, area di sini adalah lokasi terbaik untuk camping, sepanjang kita tak masalah membawa peralatan camping, makanan & air sejauh 400-500m dari tempat parkir kendaraan.

Capolaga 9

The riverside camping ground near by Curug Sawer – Area camping pinggir sungai di dekat Curug Sawer.

Capolaga 2

Karembong waterfall top – Curug Karembong atas.

Walk further uphill about 300m to reach the most upstream waterfalls; the most spectacular ones, the 1st waterfall. Yes, actually there are two water falls in one location & to distinguish them, let me call it Curug Karembong top & Curug Karembong bottom (Karembong = scarf). I call it the most spectacular one due to the contour of the rock walls shaped from different layers of volcanic rocks. If you are brave enough, you can try to climb up the walls. If you are strong enough, you can take a shower beneath the top waterfall one, at least 30m tall, letting your body & head get stomped by the falling water. The water is cold & the wind draft will make it even colder.
Kalau kita jalan lagi ke arah hulu, maka setelah 300m kita akan sampai ke curug no 1 yang paling tinggi elevasinya & yang paling spektakuler. Sebetulnya curug ini terdiri dari dua buah curug yang terpisah atas-bawah sehingga penulis sebut saja namanya Curug Karembong atas & Curug Karembong bawah. Karembong adalah Bahasa Sunda yang artinya selendang. Disebut paling spektakuler karena kontur dinding batu vulkaniknya yang terbentuk secara berlapis-lapis & bergerigi. Jika cukup berani, maka Anda dapat mencoba memanjat dinding batu ini. Jika Anda cukup kuat, maka cobalah mandi di bawah kucuran air di curug yang atas, tingginya sekitar 30m. Airnya dingin & hempasan angin akan membuat tubuh Anda makin kedinginan.

Capolaga 3

Karembong waterfall bottom – Curug Karembong bawah.

For going back, you can choose to walk through tea plantation, mostly down hill trekking.
Untuk kembali, cobalah jalan balik melewati kebun teh yang treknya relatif menurun.

Capolaga 10

A bamboo bridge connecting the camping grounds & waterfalls – Sebuah jembatan bambu menghubungkan area camping & curug.

The price:

  1. Block F rental (50pax): Rp500,000.00/night.
  2. Entrance ticket: Rp9,000.00/person (weekends & public holidays) or Rp7,000.00/person (weekdays).
  3. Car parking: Rp5,000.00/night.
  4. Electricity (optional): Rp125,000.00/night, including several lights & a few 220V power outlets.
  5. Tents (optional); dome tent (5pax): Rp150,000.00/night, kelabang tent (10pax): Rp200,000.00/night, rofi tent (12pax): Rp250,000.00/night, peleton tent (45pax): Rp1,500,000.00/night. The tents will be rigged up on site.
  6. Individual entrance (less than 20pax): Rp25,000.00/pax/night.
Capolaga 13

The Campervans at the Block F camping ground – Campervan di area camping Blok F.

Harga-harga:

  1. Sewa Blok F (50 orang): Rp500,000.00/malam.
  2. Tiket masuk perorangan: Rp9,000.00 (akhir pekan & hari libur) atau Rp7,000.00 (hari kerja).
  3. Parkir kendaraan: Rp5,000.00/malam.
  4. Listrik & penerangan (pilihan): Rp125,000.00/malam, termasuk beberapa buah lampu & colokan listrik 220V.
  5. Sewa tenda (pilihan); tenda dome (kapasitas 5orang): Rp150,000.00/malam, tenda kelabang (10orang): Rp200,000.00/malam, tenda rofi (12orang): Rp250,000.00/malam, tenda peleton tentara (45orang): Rp1,500,000.00/malam.
  6. Tiket perorangan (kurang dari 20orang): Rp25,000.00/orang/malam.
Capolaga 14

Deep Purple campervan is overcoming the uphill exit way of the Block F camping ground – Campervan Deep Purple sedang menanjak di jalan keluar area camping Blok F.

For more information, please visit their website: http://www.wisatacapolaga.com.
Untuk informasi lebih lanjut, mohon kunjungi situsnya: http://www.capolaga.com.

Capolaga 15

Red Hot Chilli Peppers campervan’s turn going uphill to exit the Block F camping ground – Campervan Red Hot Chilli Peppers sedang menanjak keluar area camping Blok F.

Please call +62 813 1031 4210 for booking the Campervan.
Mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210 untuk pemesanan Campervan.

Pink Floyd: our 4th Campervan

So, here we are, after 12 months in waiting & expected by many people. Introducing to you our newest member in the Jakarta VW Campervan fleet; Pink Floyd. Yes, as usual, the name is given based on the color (i.e. pink & white) & the rock group band.
Akhirnya setelah 12 bulan masa penantian & telah ditanyakan banyak orang, Campervan kami yang terbaru sudah siap. Sesuai pakemnya, Campervan warna pink-putih ini dinamakan Pink Floyd. 

Pink Floyd 10

Campervan Pink Floyd: in a picnic mode…

Exterior; it’s a replica of the world’s famous Volkswagen 23-windows Samba. The Volkswagen Samba, in the United States also known as Sunroof Deluxe, was the most luxurious version of the Volkswagen Transporter T1. Volkswagen started producing Sambas in 1951 until 1967.
Eksteriornya mengikuti salah satu model minibus Volkswagen yang sangat terkenal di dunia, yaitu Samba atau juga Sunroof Deluxe. Samba ini adalah model Volkswagen Transporter generasi pertama (T1) yang paling mewah & dibuat dari tahun 1951 sampai 1967.

Pink Floyd 7

“Pink is a beautiful color, because it’s one of the colors that the sun makes at twilight & in the dawns.” C Joybell C

Eutrodicted 1BWC

Originally Volkswagen vans were classified according to the number of windows they had. This particular model had 23 and later 21 windows including eight panoramic windows in the roof. To distinguish it from the normal 23 or 21-window Volkswagen van the name Samba was coined.
Awalnya minibus Volkswagen digolongkan berdasarkan jumlah jendelanya. Model Samba ini mempunyai 23 jumlah jendela, lalu menjadi 21, termasuk delapan jendela kecil tambahan di bagian atap. Untuk membedakan dengan minibus model 23 atau 21 jendela yang lain,  lalu nama Samba diberikan.

 

Pink Floyd 20

From this low angle view, we can figure out how big the ragtop sun-roof is of the Samba model.

The Samba had two pivot doors, instead of a sliding door. In addition the Samba had a fabric sunroof. At that time Volkswagen advertised with the idea of using the Samba to make tourist trips through the Alps in Europe.
Model Samba mempunyai dua pintu ayun samping, bukan pintu geser. Di atapnya, Samba mempunyai jendela sunroof yang ditutup dengan bahan terpal. Pada mulanya, Volkswagen memasarkan model Samba untuk dipakai para turis di pegunungan Alpen, Eropa.

MNC TV 5

Rey Utami, one of the famous TV host, posing herself in Pink Floyd…

Sambas were standard painted in two colors. Usually, the upper part was colored white. The two colored sections were separated by a decorative strip.
Menurut standard, Samba dicat dua warna. Umumnya, bagian atas diwarnai putih. Kedua bagian badan mobil yang berbeda warna dipisahkan oleh sebuah strip dekoratif.

Pink Floyd 24

Nice, neat, clean & modern 1700cc engine, with double-carburetors, dual-alternators, dual batteries & AC. The passengers convenience & reliability are the key here.

When Volkswagen started producing the successor of the T1 (the T2) the company also stopped producing the Samba so there are no Sambas in later versions of the Volkswagen Transporter.
Ketika Volkswagen mulai memproduksi minibus generasi kedua (T2), maka model Samba pun dihentikan pembuatannya. Model Samba tidak lagi dibuat di generasi-generasi minibus berikutnya.

Pink Floyd 18

A classic Campervan style folding table & seats can provide you & your family a classy dining experience inside a Campervan…

Pink Floyd 19

A vintage car window tray is a time-capsule to bring you backward to 1960-70s where driving-in restaurants were popular; you enjoy the meals in your car & served by pretty waitress in roller skates. “I would like to order a double cheese burger with extra pickles, large french fries & iced soda, please…”

Interior wise; it’s the standard Jakarta Campervan layout just like the other two elder brothers; Red Hot Chilli Peppers & Deep Purple. It has the ‘Rock-n-Roll’ seat-bed, a 55-watt refrigerator, 2ea portable gas stove using butane cans, a washing sink with electric-powered water pump & plenty of storage.
Interior Pink Floyd mengikuti standard layout Jakarta Campervan, sama mirip dengan kakak-kakaknya; Red Hot Chilli Peppers & Deep Purple. Ada jok tengah ‘Rock-n-Roll’ yang dapat berubah menjadi tempat tidur, sebuah kulkas 55-watt, dua buah kompor portabel gas butana, sebuah washtafel lengkap dengan kran air yang digerakan pompa listrik & tempat penyimpanan yang banyak.

Pink Floyd 14

The mixture of classic & simple Volkswagen splitbus dashboard (designed in late 1940s) with modern & convenient head unit & AC buttons including ceiling-mounted LCD display. Notice also the ‘Banjo’ steering wheel…

Pink Floyd 16

The wide-angle view of the cabin facing forward. The large sunroof is open & the blue sky is your backdrop. Plenty of sunshine into the cabin. The long Campervan cabinets are on the right hand side providing stoves, a refrigerator, a sink & extra storage.

The two rear-facing buddy seats are also storage & portable. You may place them outside adding more seats on a camping location or you may leave them at home if you need more cabin space for carrying cargo.
Dua buah jok buddy-seat di belakang jok depan mempunyai tempat penyimpanan di bagian bawahnya & juga portabel. Di lokasi camping, kedua jok buddy-seat ini dapat dilepas & disimpan di luar untuk menambah tempat duduk, atau sebaliknya disimpan saja di rumah jika kita memerlukan ruang luas untuk membawa kargo di dalam kabin.

Pink Floyd 17

The wide-angle view of the cabin facing rearward. The comfy rear seats (equipped with lap-type seat-belts) &  a flat top of the cabinets for your convenience & homy ambiance. Through the large opening of the ragtop sunroof, it’s now easier & safer to load & unload cargo on both roof racks…

Pink Floyd 13

The view when the rear door is open. Plenty of room for your cargo plus additional storage on the right hand side, including a cupboard with a mirror. The mattress is part of the ‘Rock-n-Roll’ bed when extracted. The pink guitar is courtesy of Yumos…

As the famous Samba, it has eight ceiling-mounted little windows so called Skylight windows; four on each side. And the best of all, it has an extra large panoramic roof with sliding fabric cover, so called rag-top. At the camping ground, you may lay on the bed at night & looking at stars in the sky. Driving at the mountains, you can also leave it open & let the cool & fresh air blowing in abundantly. Trust me, the children sitting in the back will love it so much.
Seperti di model Samba, ada empat jendela kecil masing-masing di sisi kiri & kanan atap, yang dinamakan Skylight windows. Dan yang paling banyak disukai orang, ada sebuah sunroof panoramik yang sangat besar di tengah-tengah. Tutupnya terbuat dari bahan kanvas yang lalu dinamakan rag-top. Di lokasi camping, sambil baringan di tempat tidur, kita dapat melihat bintang-bintang di langit melalu sunroof ini. Jika mobil sedang jalan di pegunungan atau dataran tinggi, sunroof ini dapat dibiarkan terbuka & udara sejuk segar melimpah mengisi seisi kabin. Pecayalah, anak-anak yang duduk di belakang akan sangat menyukainya.

Pink Floyd 1

Psychology of color PINK: Brighter pinks are youthful & exciting, while vibrant pink has the same high energy as red; they are sensual & passionate without being too aggressive. Toning down the passion of red with the purity of white results in the softer pinks that are associated with romance & the blush of a young woman’s cheeks.

Pink Floyd 4

Bright pinks, like the color red, stimulate energy & can increase the blood pressure, respiration, heart beat & pulse rate. They also encourage action & confidence. Pink has been used in prison holding cells to effectively reduce erratic behavior.

All of our Campervans are equipped with classic style roof rack & rear rack. Pink Floyd has two separated roof racks; i.e. 2-legs & 3-legs ones. The separated roof rack is to accommodate the middle large sunroof. The rear rack can hold up to two bicycles. The side-awning is also a standard item. It is mounted onto the roof racks. It provides a shade during a hot day or wet day.
Semua Campervan kami dilengkapi dengan rak atap & rak belakang yang bergaya klasik. Pink Floyd mempunyai dua rak atap terpisah, yaitu satu dengan dua kaki & satunya lagi dengan tiga kaki. Kedua rak atap ini sengaja didesain untuk terpisah agar tak menghalangi sunroof besar di tengah. Rak belakang dapat memuat sampai dua buah sepeda. Tenda samping juga merupakan kelengkapan standard. Tenda ini diikat ke rak atap & menyediakan perlindungan terhadap panas sinar matahari atau juga di waktu hujan.

Pink Floyd 11

A better view of the side awning & the rear rack…

Pink Floyd 6

The rear rack can carry extra luggage or 2ea bicycles, whichever you prefer…

Note: Pink Floyd were an English rock band formed in 1965 in London. They achieved international acclaim with their progressive and psychedelic music. Distinguished by their use of philosophical lyrics, sonic experimentation, extended compositions and elaborate live shows, they are one of the most commercially successful and musically influential groups in the history of popular music.
Catatan: Pink Floyd adalah nama sebuah grup musik yang didirikan di London tahun 1965. Grup band ini banyak menerima penghargaan internasional lewat musik mereka yang beraliran progresif & psychedelic. Lirik-lirik lagu mereka yang filosofis, eksperimen macam-macam bunyi-bunyian, komposisi lagu yang panjang & pertunjukan live yang memukau, menjadikan Pink Floyd sebagai salah satu grup musik yang paling sukses secara komersil & berpengaruh di sejarah musik populer.

Pink Floyd 2

Three female Police officers from Polwan Korlantas Polresta Cimahi came & visited Pink Floyd. Coincidentally, these Polwan, nicknamed ‘Hello Kitty Police’, are from the recently formed pink Police task-force. The official Police cars are decorated with pink color accessories & Hello Kitty icons. The objective is said that ‘pink color is more friendly & acceptable by the people’…

Pink Floyd 3

Any type of girls, whether minimalist or in full uniform, are always in best with color of pink…

Sukamantri Boris 70

Pink Floyd has been taken for camping in Sukamantri camping ground several times.

Kedai Halaman 5

Pink Floyd has been used as a photo booth many times, like this one. It’s great, isn’t it?

Nivea 19

This is actually Pink Floyd after gone through 3x24hr ‘plastic surgery’; covering the pink color with blue cutting sticker.

TamaraGolf 6

Eutrodicted 30

If you are interested to rent this Samba style Campervan, please call +62 813 1031 4210 for inquiry.
Jika Anda berminat menyewa VW Campervan Samba ini, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210.

Andien & Ippe Wedding: a photo essay

No blings. No glitters. Only the wind, small animals chirping, and the green leafage caressing one another 🍃 Serene. We are blessed.

That’s an instagram caption of Andien Aisyah, one of the famous Indonesian jazz singers, during her wedding with Irfan ‘Ippe’ Wahyudi, a wedding photographer on last Monday, 27 April 2015.

Jakarta VW Campervan provided the Red Hot Chili Peppers VW Campervan for a photo-booth during the wedding, as part of decoration services by Airy Designs. The event took place all day long at the Pine Forest, a cool camping-glamping ground at 1200asl several kilometers from Maribaya, north of Bandung. This is a photo essay to show the wedding & the vintage photo-booth using a classic VW Campervan.

AndienIppe 1A

Andien & Ippe: the vow & ‘you may kiss the bride’, late afternoon…

AndienIppe 12

The Volkswagen Campervan in the morning before the decoration…

AndienIppe 10

The full-decorated dining tables for invitees – limited to 200 guests only. The wooden tables & benches were freshly fabricated locally in Bandung for the wedding event…

AndienIppe 13

The Campervan with the photo-booth decoration. In the background is the bride’s younger brother with his friend taking a break in the afternoon before the long evening party…

AndienIppe 8

The Campervan from a different view. Notice that blue folding picnic chair was used by the driver to take an afternoon nap (he drove from 0100hrs after mid-night from Jakarta didn’t want to arrive late)…

AndienIppe 9

A close-up look at the 1963 VW Splitbus Campervan with the safari-windows opened…

AndienIppe 11A

The photo-booth with full decoration is ready…

AndienIppe 17

“The earth is like a beautiful bride who needs no manmade jewels to heighten her loveliness.” -Khalil Gibran-

AndienIppe 16

The happiest parents: Andien’s Mom & Dad…

AndienIppe 4

Ippe’s family members…

AndienIppe 15

A group of Andien & Ippe’s glamorous friends…

AndienIppe 6

Friends of Andien & Ippe with their awesome boy name Hunter…

AndienIppe 14

Some other ‘properly-dressed’ friends…

AndienIppe 3

More friends, getting ready for the party…

AndienIppe 7

Another young family, Andien & Ippe’s friends…

AndienIppe 2

Andien’s parents…

AndienIppe 5

The DJ & the best friend…

AndienIppe 18

The new wed couple…

AndienIppe 19A

…and they lived happily ever after.

AndienIppe 20

The early evening dinner…

If you are interested to rent this lovely VW Campervan, please call +62 813 1031 4210 for inquiry.
Jika Anda berminat menyewa VW Campervan yang cantik ini, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210.

1979 Volkswagen Bus

Volkswagen introduced vans in 1950. The model was officially called Type 2; i.e. the model number 2 after Type 1 sedan, a.k.a. Beetle. The first generation of Type 2 is called T1; a.k.a. Splitbus due to split windscreen. T stands for Transporter. T1 was made from 1950 to 1967. The 2nd generation was made from 1967 to 1979 & called T2. Later on T3 (1979-1992), T4 (1990-2003) & the 5th generation T5 (2003-present). These are the five generations of VW Bus.
Volkswagen mulai membuat vans (minibus) di tahun 1950. Modelnya dinamakan Type 2; yaitu model kedua setelah Type 1 sedan alias Beetle (VW Kodok).  Generasi pertama Type 2 diberi nama T1, atau VW Dakota yang terkenal karena kaca depannya yang terbelah dua mirip pesawat DC-3 Dakota. Huruf T berarti Transporter. T1 diproduksi dari tahun 1950 sampai 1967. Menyusul T2 sebagai generasi kedua dari tahun 1967 sampai 1979.  Diikuti T3 (1979-1992), T4 (1990-2003) & terakhir T5 (2003-sekarang). Ini adalah kelima generasi dari VW Bus.

1979 Volkswagen bus

1979 Volkswagen bus

This article is telling a story about the last T2 made in German, the ultimate version, which was made in 1979; so called 1979 Bus or 1979 Kombi. The article is taken from the official Volkswagen marketing brochures & flyers. Our Deep Purple Campervan is a 1979 Kombi.
Tulisan ini berisi informasi tentang Kombi tahun 1979, yaitu model T2 terakhir buatan Jerman & yang terbaik di generasinya, yang diambil dari berbagai brosur pemasaran Volkswagen. Campervan Deep Purple kami adalah Kombi 1979.

Kombi 79 6 S

From 1951 to 1979, Volkswagen have built some two million Bus & Campmobile Bus, each year making gradual improvements & changes, and then improving the improvements. And all the while, concentrating on the basics; economy, performance, utility & safety.
Dari
tahun 1951 sampai 1979, Volkswagen telah memproduksi sekitar 2 juta buah Kombi & Campervan. Setiap tahunnya perbaikan & perubahan terus dilakukan secara gradual & perbaikan itu lalu diperbaiki lagi. Semuanya dikonsentrasikan ke hal-hal yang mendasar; ekonomi, performans, kegunaan & keamanan.

Over the years, we’ve enlarged the interior of the Bus & made it more & more comfortable. To improve visibility, the size of the windows has been increased. For better stopping, we’ve incorporated front disc-brakes & large drum brakes in back.
Bertahun-tahun, interior Kombi sudah diperbesar & membuatnya semakin nyaman. Untuk memperbaiki ruang pandang, ukuran jendela sudah dibuat lebih besar. Untuk pengereman kendaraan yang lebih baik, rem cakram telah dipasang di roda depan & rem tromol besar di roda belakang.

The size & horsepower of the engine have been increased to make the Bus more peppy. And for a quiet ride, we’ve added hydraulic valve lifters. AFC fuel injection has replaced the carburetor for easier starts, smoother acceleration & more efficient use of fuel.
Ukuran & tenaga mesin juga sudah ditingkatkan untuk membuat Kombi semakin garang. Dan untuk mengurangi kebisingan, kami telah menambah katup pengangkat hidrolik. Sistem injeksi bahan bakar AFC telah menggantikan sistem karburator agar mesin lebih mudah dinyalakan, akselerasi yang lebih halus & lebih hemat bahan bakar.

According to the 1978 EPA (US Environmental Protection Agency) estimates, the Bus gets 25mpg on the highway & 17mpg in the city. Of course your actual mileage may vary depending on how & where you drive, your Bus’ condition & whether you choose optional equipment such as an automatic transmission.
Menurut EPA (Badan Perlindungan Lingkungan AS), Kombi 79 dapat menempuh jarak 10.6km/liter di jalan bebas hambatan atau 7.2km/liter di dalam kota. Tentu saja hal ini tergantung kepada lokasi & cara Anda mengemudi, kondisi kendaraan & jenis transmisi manual atau otomatik.

Kombi 79 2Just about anything a station-wagon can do, the 1979 VW bus can do better. Because it’s the most versatile family vehicle going.
Apa saja yang sebuah station wagon dapat lakukan, Kombi 79 dapat melakukannya lebih baik. Karena Kombi 79 adalah kendaraan keluarga yang paling serba guna.

The VW Bus out-rooms most wagons by 70%. It holds seven people comfortably & still leaves enough space for luggage., camping equipment & your favorite pets. And the big sliding door & rear cargo hatch make loading your Bus a cinch.
VW Kombi lebih besar 70% daripada hampir semua model station wagon yang ada. Kendaraan in dapat memuat 7 orang penumpang, secara nyaman & masih menyisakan ruang yang cukup untuk bagasi, peralatan camping & hewan piaraan kesayangan Anda. Pintu geser samping & pintu bagasi belakang yang besar membuat bongkar muat barang menjadi mudah.

The VW Bus out-drives most wagons, too. Standard features like power-assisted disc -brakes, fully independent torsion bar suspension, radial tires & eight big picture windows make it a real joy to drive. And the Bus is shorter than most wagons. So it’s a snap to park & maneuver.
VW Kombi juga lebih nyaman dikendarai daripada hampir semua station wagon. Fitur standard seperti rem-cakram hidrolik, suspensi torsion-bar independen, ban radial & delapan jendela besar di sekeliling membuat berkendara semakin menyenangkan. Dan Kombi ini lebih pendek daripada hampir semua station wagon. Sehingga manuver & memarkir akan menjadi lebih mudah.

What’s more, no domestic station-wagon has the Bus’ responsive, fuel-injected, two liter engine. It’s a real gas saver that out-economizes large wagons with 23mpg on the highway, 17 in the city, according to the 1979 EPA estimates.
Kelebihan VW Kombi lainnya dibanding mobil station wagon adalah dapur pacunya; mesinnya 2 liter & menggunakan sistem injeksi sehingga responsif. Konsumsi bahan bakarnya lebih hemat; 10.6km/liter di jalan bebas hambatan atau 7.2km/liter di dalam kota.

And the Bus is economical at resale time, too. It has the sixth highest resale value of all imports.
Dan harga jual bekasnya pun masih tinggi. Di Amerika, mobil menduduki posisi keenam  harga bekas tertinggi dari semua kendaraan import.

Put it all together & the 1979 VW Bus out-rooms out-drives & out-economizes most of the large station wagons.
Kesimpulannya, VW Kombi 1979 lebih lega, lebih nyaman & lebih ekonomis dibanding hampir semua station wagon besar.

It’s more fun to the the Bus..
Lebih menyenangkan mengendarai kendaraan ini.

Every one gets a seat

Everyone gets a seat

If you have been watching wagons over the past few years,  you know that almost of all of them have one thing in common. They are smaller than they used to be.
Jika Anda memperhatikan model kendaraan station wagon beberapa tahun terakhir, maka Anda akan menyadari bahwa semuanya mempunyai satu kesamaan, yaitu ukurannya yang mengecil dari sebelumnya. 

So if ‘downsizing’ is putting the squeeze on you & your passengers, you’ll be pleased to know that Volkswagen Bus is as roomy as ever. With standard seating for 7. And optional seating for 9
Jadi jika pengurangan ukuran kendaraan ini mengurangi kenyamanan Anda & para penumpang, maka Anda akan senang mengetahui bahwa ukuran VW Kombi sama sekali tidak berubah dari sebelumnya. Kendaraan ini dapat memuat tujuh orang penumpang di konfigurasi standard & bahkan sampai sembilan orang pada konfigurasi opsional.  

In fact, the VW Bus is 70% roomier inside than the typical full-size domestic station wagon. Yet is is 4 feet shorter than a Ford LT D wagon & 2 inches shorter than even the Pinto wagon. So it’s easy to park in spaces other vehicles have to pass up.
Faktanya, interior VW Kombi lebih besar 70% daripada tipikal station wagon besar buatan Amerika. Walaupun begitu, ukurannya lebih pendek 1.2meter dibanding Ford LT & 5cm lebih pendek dari pada Pinto. Hal ini membuat VW Kombi lebih mudah diparkir di tempat yang sempit.

Best of all, when you take the Bus with your family or friends, you travel in comfort & luxury. Seats are fully padded, & upholstered in good looking, hard wearing leatherette.  Sound deadening material is all around you, including the handsome headliner that’s meticulously hand fitted. And you have a clear view in all directions though eight large picture windows.
Hal yang terbaik adalah, ketika Anda mengajak keluarga atau teman, semuanya akan merasa nyaman & mewah. Semua kursi berlapis busa dilapisi bahan kulit imitasi yang tahan lama & cantik. Semua material menyerap suara bising termasuk bahan di langit-langit yang dipasang manual menggunakan tangan-tangan trampil. Andapun akan dapat menikmati pandangan yang luas sekeliling lewat delapan buah jendela besar.

To make driving a pleasure, the Bus comes equipped with independent suspension on all four wheels to soak up road shocks without jolting your passengers. For fast, consistent stopping, there are 10″ power-assisted front disc-brakes, rear drum brakes with an inertia-controlled rear brakes pressure regulator, & long life radial tires. There’s also an electric rear window defogger, a rear seat that folds down for additional cargo space, & floor mats that are cushioned & insulated.
Untuk membuat mengemudi menjadi menyenangkan, VW Kombi dilengkapi dengan suspensi independen di keempat roda yang sanggup meredam kejutan & gejolak dari jalanan. Untuk pengereman yang responsif & konsisten, roda depan dipasang rem cakram hidrolik berukuran 10″  & rem tromol hidrolik di roda belakang & juga ban radial yang tahan lama. Tersedia penghilang kabut listrik pada kaca belakang, kursi belakang yang dapat dilipat untuk menambah volume kargo & karpet kaki insulasi yang empuk. 

Behind the wheel, you’ll find a pair of levers & switches on the steering column for controlling five different functions; Turn signal / lane changer, high / low beams, ignition / steering / starter lock, horn button, & windshield wiper / washer.
Di belakang roda kemudi, ada sepasang tuas & beberapa tombol di kolom roda kemudi untuk mengatur lima fungsi berbeda: Menghidupkan lampu belok kiri-kanan, lampu sorot rendah & tinggi, menghidupkan mesin & kunci roda kemudi, tombol klakson & penyeka kaca depan termasuk semprotan airnya.

Kombi 79 7S

1. A large rear hatch. 2. 176 cubic feet of anything space. 3. Large size furniture fit through the big size door. 4. The sliding side door opens to a cavernous 41″ x 48″. 1. Pintu bagasi belakang yang besar. 2. 5meter kubik ruang kargo. 3. Furnitur besar lewat pintu geser samping. 4. Pintu geser samping menyediakan lubang masuk sebesar 1 x 1.2meter.

Step to side of the Bus & you’ll find a really grand opening – a sliding door that moves back to reveal a doorway measuring 41″ x 48″. That’s plenty big enough to load up the Bus with virtually anything you’ll ever want to carry. (We once marched a baby elephant in with room to spare). In the back of the Bus you’ll find a large rear hatch. So you can actually load the vehicle from both ends.
Berdirilah di samping VW Kombi & Anda akan melihat sebuah akses yang besar – sebuah pintu geser & sebuah lubang akses berukuran 1 x 1.2meter. Hal ini membuat Anda dapat memasukan apa saja yang Anda dapat bawa di mobil. (Dulu kami pernah mambawa seekor anak gajah di dalamnya
). Di bagian belakang, ada sebuah pintu bagasi yang juga berukuran besar. Jadi Anda dapat memasuk-keluarkan barang dari samping atau pun dari belakang.

For big jobs, you can fold down the rear seat & practically double the cargo area. And for really big jobs, simply slips out the two rear seats & you’ll have as much clear deck area as a small truck – plenty of room for such large items as washing machine or chest of drawers.
Jika kursi belakang dilipat, maka kapasitas kargo akan menjadi dua kali lipat. Jika kedua kursi belakang dikeluarkan, maka Anda akan mendapatkan dek kargo sebesar sebuah truk kecil, dapat memuat barang-barang seperti mesin cuci atau lemari laci.

All told, the Bus offers you a total of 176 cubic feet of cargo space. Not bad for a vehicle that’s just 22 incheas longer than the Golf. With a turning circle several feet shorter than any full size wagon. And that’s parkable in the same space as the average compact car.
Secara total, VW Kombi dapat menyediakan 5meter kubik ruang kargo. Cukup baik untuk sebuah kendaraan yang hanya 56cm lebih panjang dari pada VW Golf. Radius putarnya pun lebih kecil dari pada station wagon, membuatnya dapat diparkir di tempat yang sama dengan mobil kompak pada umumnya.

Kombi 79 8S

1. Detachable roof carrier large enough for a queen size mattress. 2. Trailer hitch with chrome-platted steel ball. 3. AM/FM Stereo radio with tape player. 4. Color-coordinated floor mats. 5. Spoke accent wheel cover. 6. Compact, yet efficient air-conditioner. 7. A pair of piercing fog lamps. – 1. Rak atap yang dapat dilepaskan cukup memuat kasur berukuran queen. 2. Pengait trailer dengan bola yang dikrom. 3. Radio stereo AM/FM & pemutar kaset. 4. Karpet yang warnanya sesuai warna kendaraan.5. Penutup roda. 6. Penyeduk udara yang kompak tapi efisien. 7. Sepasang lampu kabut.

The versatile 1979 Bus

The versatile 1979 Bus – VW Kombi yang sangat serba guna.

If you are interested to rent this versatile 1979 Bus, please call +62 813 1031 4210 for inquiry.
Jika Anda berminat menyewa Kombi 1979 yang serba guna ini, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210.

The city campervan

The city campervan

Fun facts from 1979:
Fakta menarik dari tahun 1979:

  • Cost of Premium Gasoline: Rp100/liter in Indonesia. US: 86cents/gallon. The price of oil reaches a new record of $24 per barrel.
    Harga bensin Premium: Rp100/liter di Indonesia. Di Amerika: 86 sen/galon. Harga minyak mentah mencapai rekor baru sebesar $24/barel.
  • Economy: 1USD = Rp500. Repelita III began. Indonesian GDP: USD55.12bil. (compared to 2013: USD868.3bil).
    Ekonomi: 1 USD = Rp500. Repelita III (Rencana Pembangunan Lima Tahun ke III) dimulai. GDP Indonesia: $55.12miliar (bandingkan dengan tahun 2013: $868.3miliar)
  • Indonesian population: 143.2mil (2014: 253.60mil).
    Jumlah penduduk Indonesia: 143.2juta (2014: 253.6juta).
  • Pop song: “My Sharona” by The Knack (Billboard number 1 song). Ebiet G Ade (when he was much slimmer & thicker hair) released the top hit albums of “Camellia I” & “Camellia II”. The British rock band, Pink Floyd released the multi award winning concept album “The Wall” with the top selling single “Another Brick in the Wall”.
    Lagu pop: “My Sharona” oleh The Knack (tangga lalu Billboard no 1). Ebiet G Ade (ketika masih ramping & rambutnya masih tebal) meluncurkan album Camellia I & Camellia II yang lalu fenomenal. Grup band asal Inggris, Pink Floyd mengeluarkan album “The Wall” yang memenangi beberapa penghargaan dengan lagu teratasnya “Another Brick in the Wall”.
  • The scandal: Galatama football league, Perkesa 78 vs Cahaya Kita match scandal. As result, Perkesa 78 club was disbanded by the owner.
    Skandal: liga sepak bola Galatama; klub Perkesa 78 bermain sepak bola gajah melawan klub Cahaya Kita. Akibatnya, klub Perkesa 78 langsung dibubarkan oleh pemiliknya.
  • Politics: American hostage crisis in Iran began. Margaret Thatcher became the first ever woman Prime Minister of United Kingdom. USSR invaded Afghanistan. China began the one-child policy. The birth of Petisi 50, a group of politicians opposing  the New Regime government under Presiden Suharto.
    Politik: Krisis penyanderaan kedutaan besar Amerika di Teheran, Iran, dimulai. Margaret Thatcher terpilih menjadi Perdana Menteri wanita & satu-satunya di Inggris Raya. Uni Soviet menginvasi Afghanistan. Lahir Kelompok Petisi 50 yang mengoposisi pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Suharto.
  • Sex symbols: Bo Derek, Farrah Fawcett & Robert Redford.
    Simbol sex: Bo Derek, Farrah Fawcett & Robert Redford.
  • Movies: Aliens, Mad Max, Apocalypse Now, Escape From Alcatraz, Moonraker, Rocky II & The Deer Hunter (Best Pictures Academy Awards).
    Filem bioskop: Aliens, Mad Max, Apocalypse Now, Escape From Alcatraz, Moonraker, Rocky II & The Deer Hunter (filem terbaik piala Oscar).
  • TV serials: M*A*S*H, Little House on the Prairie, Charlie’s Angels, The Muppet Show, Dallas & Different Strokes.
    Filem serial TV: M*A*S*H, Little House on the Prairie, Charlie’s Angels, The Muppet Show, Dallas & Different Strokes.
  • Celebrities born: Kate Hudson, Heath Ledger, Jennifer Love Hewitt, Inul Daratista, & Diego Forlan.
    Selebritis yang lahir: Kate Hudson, Heath Ledger, Jennifer Love Hewitt, Inul Daratista & Diego Forlan.
  • Weather: Snow fall in Sahara desert for 30minutes.
    Cuaca: Turun salju di gurun Sahara selama 30 menit.
  • Nerd news: invention on cell phones, Sony Walkman, Roller Blades & snow board.
    Kabar inovasi: telepon genggam, Walkman dari Sony, sepatu roda jenis Roller Blades & papan luncur salju.
  • Sports: Jakarta was the first time host of SEA Games X & Indonesia was the top gold medalists. Indonesia defended the title champion of Badminton 11th Thomas Cup. Muhammad Ali retired from boxing.
    Olahraga: untuk pertama kalinya Jakarta menjadi tuan rumah SEA Games ke-X & Indonesia menjadi peraih emas terbanyak. Indonesia juga mempertahankan gelar juara badminton Thomas Cup ke-11. Muhammad Ali pensiun dari dunia tinju.
  • Best selling car: Chevrolet Impala (US), Ford Cortina (UK) & Renault 5 (Europe).
    Mobil paling laku: Chevrolet Impala (AS), Ford Cortina (Inggris Raya) & Renault 5 (Eropa).

The VW Type II Mystique

The VW Type II Mystique
VW Type II yang Mistis

Kombi 79 5

What is it about Type II that grabs us? Anyone who loves Volkswagen can tell you that they have a favorite model. It might be a Beetle that gives them goose bumps, or a lovely Karmann-Ghia or a rare coach built model.
Apa sih menariknya VW Type II? Semua pecinta VW punya model favorit masing-masing. Misalnya VW Beetle (VW Kodok) yang katanya membuat merinding, atau Karmann-Ghia yang cantik atau juga karoseri VW khusus yang sangat langka.

Kombi 79 9

VW Type II T2 1979…

However, Kombi (one of the VW Type II nicknames) owners are a special group. You have to enjoy sitting behind the wheel & watching the pavement slip beneath you. You can’t be spoiled by wimpy comforts like heat or air-conditioning – in a Kombi the air-conditioning consists of two wide-open windows &, rarely, an unclogged roof vent. You must also like the feel of flat steering wheel, like a bus or truck, & you should be between 163cm & 179cm because anything different just can’t sit comfortably in the (non-adjustable) seat. It is helpful to also enjoy the attention you & your old Type II will get – because you will get noticed & not always in a good way. Just try climbing a hill with a row of gas-guzzle SUVs behind you.
Yang jelas, pemilik Kombi (salah satu nama panggilan VW Type II) termasuk kelompok orang yang spesial. Anda harus bisa menikmati duduk di belakang kemudi & melihat permukaan jalan langsung di bawah Anda. Anda tak bisa bermanja-manja minta AC atau pun pemanas udara – di dalam Kombi ACnya terdiri dari dua jendela terbuka lebar & saluran angin di langit-langit yang seringnya tersumbat. Anda juga harus menyukai roda kemudi yang posisinya hampir horizontal mirip bis atau truk. Tinggi Anda harus di antara 163cm & 179cm. Kurang atau lebih dari ini akan membuat Anda tidak nyaman duduk di kursi yang tak dapat diatur posisinya. Anda akan mendapat banyak perhatian orang lain di jalan, baik kepada Anda sendiri ataupun ke Kombinya & perhatian ini tidak selalu positif. Anda pasti punya pengalaman mengemudi Kombi di tanjakan, gaspoll tapi mobil merayap pelan, sementara di belakang kita ada kendaraan SUV besar yang akan meraung-raung atau menglakson tak sabar.

The city campervan

The city campervan

If you ask a VW Lover about when & how he/she fell in love with VW, then you will find a more romantic answer. I fell in love with VW Kombi when I was in Junior High School circa 80s. Our school bus at that time was a 1979 VW Kombi. I remember, in many occasions the Kombi was full of children, too full around 20 of them. The rear baggage door was kept opened & some children sat above the engine compartment. At the same time, my father had a 1974 VW Beetle, yellow color with a sun roof that was operated by a lever located on the ceiling near the interior mirror. For the very first time I learned how to drive a car using that Beetle. I drove illegally around inside the complex only, was not dare to go outside. Unfortunately I don’t have any photographs of those two VW Kombi & Beetle to be shown here.
Kalau Anda bertanya ke pecinta VW; kapan & bagaimana mulai jatuh hati ke VW, maka jawabannya akan banyak romantismenya. Saya mulai jatuh hati ke VW Kombi di masa SMP di tahun 80-an. Bis sekolah kami waktu ini adalah sebuah VW Kombi tahun 1979. Saya ingat, tidak jarang VW Kombi tersebut dijejali sampai mungkin dua puluhan orang. Pintu bagasi belakang sampai dibuka & beberapa orang anak duduk di atas mesin di belakang. Pada waktu yang sama, Ayah saya mempunyai VW Kodok buatan tahun 1974 berwarna kuning. Saya ingat atapnya dapat dibuka menggunakan engkol yang terletak berdekatan dengan kaca spion dalam. Untuk pertama kalinyalah saya belajar mengemudi mobil menggunakan VW Kodok tersebut. Beberapa kali saya berputar-putar komplek tempat kami tinggal mengemudikan VW Kodok secara illegal, tanpa SIM. Sayang, saya tak punya foto Kombi & Kodok yang penuh kenangan tersebut untuk diperlihatkan di sini.

Red Hot Chilli Peppers

Type II T1 1963

Once I was driving my Kombi every day (legally this time) it wasn’t long before I began noticing other Type IIs. It didn’t matter to me whether it was a Van, or a Pickup or a Panel Van, all of them had the same appeal: the face! They were all giant, benign friends, almost like pets, they became part of the family in a way that a mere automobile never had before. No one care that they had the aerodynamics of a small building. No one cared that they were so under powered that iceberg probably moved faster. Folks that cared about things like acceleration & cornering didn’t buy Type IIs & were immune to the Kombi mystique. But those of us who own them knew they were special then & know the loyalty of a well cared-for VW.
Ada masanya saya mengemudikan Kombi saya hampir tiap hari (& legal kali ini), saya mulai makin mengenal model Type II lainnya. Saya tidak peduli apakah modelnya van, pickup ataupun panel van, semuanya mempunyai faktor sama yang membuatnya menarik; yaitu tampangnya! Para pemiliknya datang dari berbagai macam latar belakang melekat menjadi satu keluarga besar. Tak ada pemilik yang mempermasalahkan aerodinamik Kombi yang sama dengan sebuah bangunan kecil. Tak ada juga yang peduli akan tenaganya yang kekecilan sehingga bergeraknya lebih pelan daripada gunung es di lautan. Orang yang senang akan kecepatan & senang menikung tak akan pernah membeli Type II & imun terhadap mistis Kombi. Tetapi untuk kita-kita pemiliknya tahu bahwa mobil ini special & sadar akan kesetiaannya jika kita rawat baik-baik.

Pancar 2SPart of their almost cult-like appeal has to be due to their undying determination & affection for their owner. This trait seems peculiar to Volkswagen, because I have never had a single car of any other make try as hard to please me as my VWs do. Once a Kombi becomes yours, it will usually do its best not to let you down while on the road. It has been mystical experience of many people that sometimes it will actually ‘save’ a breakdown, until you are nearly home or in the driveway. They seem to try to plan the best possible place & time for their failure. What Kombi nut among us has not driven without the clutch or maybe a throttle linkage or (gasp) brakes?
Salah satu alasan kenapa kita ‘memuja’ Kombi adalah karena mobil ini memiliki keteguhan hati & kasih sayang yang tak pernah pudar terhadap pemiliknya. Mungkin ini sudah menjadi sifat sebuah mobil VW, karena saya tak pernah mempunyai mobil merek lain yang selalu berusaha keras menyenangkan hati saya sebagai pemiliknya. Begitu sebuah Kombi menjadi milik Anda, maka mobil ini akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengecewakan Anda di jalan raya. Banyak pemilik VW yang punya pengalaman mistis; VWnya akan ‘menunda’ kerusakan & baru mogok di dekat rumah. Mobil ini sepertinya selalu punya rencana untuk kapan waktunya & dimana tempat yang baik untuk mogok. Banyak pemilik Kombi yang pernah mengemudikan mobilnya tanpa kopling atau gas atau bahkan remnya yang berfungsi.

Family picnic is a quality time, accompanied by a classic VW campervan.

You & your Type II will not be out of action for long if you carry three things with you; something sharp, something pointy & something sticky. One of these should get you out of just about any bind, even if only temporarily.
Anda beserta mobil Type II Anda tidak akan berlama-lama mogok jika Anda selalu membawa tiga jenis barang; yaitu sesuatu yang tajam, sesuatu yang runcing & sesuatu yang bisa melekatkan. Salah satu barang ini dapat membantu Anda di hampir setiap masalah, walau mungkin hanya untuk sementara.

Pancar 10SA textI have loved VWs for so long I honestly don’t remember any other way of life & now I have been in this hobby for a while I’m drawn to any Type II, not just my own. I think it must be due to the fact that mine isn’t the only special one – they are all special. For Type II lovers, they all reach out to us, call to us, stare unblinkingly at us though those big, puppy eyes & we respond. I stare back; I admire the smooth sleek sides, I stick my head in the window & breathe in that strange VW-only smell. And yes, I talk to them (but don’t tell anybody). I love them all & I think that possibly the single most endearing thing about Type II is that they love back.
Saya sudah sangat lama mencintai VW sampai jujur saya tak punya cara hidup yang lain. Saya menyenangi hobby ini untuk setiap VW Type II, bukan hanya milik saya. Saya pikir mungkin karena bukan hanya milik saya saja yang spesial, melainkan semuanya spesial. Untuk para pecinta Type II, semua Kombi menghampiri kami, semuanya memanggil kami, juga semuanya menatap kami tanpa berkedip lewat kedua matanya yang besar & kami membalasnya. Saya menatap balik, saya mengagumi bodynya yang mulus & licin, saya masukan kepala saya ke melewati jendelanya & menghirup udara & baunya yang khas VW. Dan benar, saya berbicara kepada mereka (tetapi mohon jangan bilang siapa-siapa). Saya mencintai mobil ini & saya pikir mungkin hal yang paling menawan dari Type II yaitu mereka ternyata mencintai kita balik. Kita tak bertepuk sebelah tangan.

Kombi 79 10Life just doesn’t get much better than that.
Tak ada hidup yang lebih baik daripada itu.

The Volkswagen Kombi should have celebrated 65 years of production this year – if they did not end the production on 31 December 2013 – & for its generations of fans, the love affair is far from over. They lie on their backs in oil, get pulled from side to side by their brakes and greet steep hills with a nervous sigh but when you are truly in love nothing really matters. The owners of vintage VW Kombi are a dedicated bunch, lavishing care, attention & money on their beloved wheels. They are the first to admit their “Combis” stop badly, weigh a ton, are underpowered and prone to electrical failure – but despite the faults, they remain a magnetic pull.
Ulang tahun ke 65 Volkswagen Kombi seharusnya dirayakan di tahun 2015 ini – jika saja produksinya tidak diberhentikan pada tanggal 31 Desember 2013 – & untuk para fansnya dari berbagai generasi, kisah cinta ini masih jauh dari usai. Orang-orang ini pernah baringan di atas oli, mobil terbanting ke kiri atau ke kanan oleh remnya & menghadapi tanjakan terjal dengan hati was-was, tetapi jika Anda benar-benar dibuai cinta, tidak ada yang bisa menghalangi Anda. Para pemilik VW Kombi adalah sekumpulan orang dengan dedikasi tinggi, perhatian & perawatan yang berlimpah & juga dana untuk mobil yang dicintainya. Mereka adalah yang pertama-tama mengakui bahwa Kombi mereka kalau berhenti tak nyaman, bobotnya berat, kurang bertenaga & sistem elektriknya rentan – tetapi walaupun banyak kelemahannya, mobil ini tetap sangat  diminati.

volkswagen-bus-kombi-last-edition-campaign-600-86186

The last Kombi edition advertisement, 2013, after 63 years…

VW Kombi have been the vehicle of choice for globe trotters, festival-goers, surfers & rock stars for six decades. “They force you to take it easy, force you to slow down, if you’re in a hurry then forget it,” one Kombi lover explains. “There’s a driving position you develop – this slouch with your elbows resting on the wheel and you leant over it. All of a sudden you can take it easy and watch everyone fly past you. “There’s a well known phrase, ‘it’s not about the destination, it’s about the journey’ – that’s very apt when you’re in a Kombi.
VW Kombi telah menjadi kendaraan pilihan untuk para pengelana manca negara, penyuka festival, pemain surfing & pemusik rock selama enam dekade terakhir ini. “Mobil ini membuat kita untuk mampu menahan diri, tidak ngebut, jika Anda sedang terburu-buru maka lupakan saja,” jelas seorang pecinta Kombi. “Ada posisi mengemudi yang khas, yaitu Anda merebahkan kedua siku di atas roda kemudi & Anda membongkok ke depan. Maka Anda akan segera merasa santai & melihat semua orang terbang melewati Anda.”  Ada pepatah terkenal, “Bukan tujuan melainkan perjalananlah yang menjadi segalanya.” Ini benar sekali jika Anda berada di dalam sebuah Kombi.

Keep calm 3VW Type II, particularly the rarer T1, with split-screen models, have become increasingly collectable. Good examples in Europe fetch about £13,000 and the best upwards of £25,000. Pretty much similar as in Indonesia, though it’s very rare. The today records high was a 1955 23-windows Type II T1 Samba Deluxe sold for $235k in late 2014.
VW Type II, terutama T1 berkaca depan terpisah (di Indonesia disebutnya VW Dakota) yang sudah langka semakin hari diburu para kolektor. Harganya di Eropa berkisar antara Rp260juta sampai Rp500juta. Harga yang mirip juga berlaku di Indonesia, walau sangat jarang ada VW Dakota yang dijual. Rekor tertinggi sampai hari ini adalah sebuah Dakota 1955 23-windows Samba Deluxe yang dilelang seharga hampir Rp3milyar di penghujung tahun 2014.

141126123218-volkswagen-bus-auctionata-620xa

This 1955 VW Type II cost you almost Rp3billion…

The VW Kombi began life as a wagon to carry panels around VW’s car plant in Wolfsburg, until it was spotted in the late 1940s by Dutch importer Ben Pon. He made sketches based on the vehicle then struck a deal with engineers to develop them – spawning the first model complete with cylindrical headlights, split windscreen and famous circular logo.
VW Kombi lahir dari sebuah kendaraan bak pengangkut plat panel di pabrik Wolfsburg ketika dilirik oleh seorang importir Belanda bernama Ben Pon di akhir tahun 1940an. Beliau membuat sketsa dari model kendaraan tersebut & berhasil disetujui oleh pihak pabrik untuk dibuat – lalu melahirkan model pertama lengkap dengan lampu depan yang silindris, kace depan terpisah & logo bundar yang terkenal.

Fresh manufactured VW Type II T1 waiting to be exported via ship, circa 1950s...

Fresh manufactured VW Type II T1 waiting to be exported via ship, circa 1950s…

Even though they are iconic and cool vehicles, it’s function not form that really sets them apart from other classics. We use it as a family camper, a run around, a parts hauler and for VW shows… and I love every minute. The media has driven much of the interest, along with renewed interest in 60s and 70s music, and surf wear. More than anything else, I value the friendships and camaraderie I have developed with fellow enthusiasts. VW drivers famously acknowledge each other on the road with a special wave or sign – an open hand with the three middle fingers folded to the palm, or just pressing the horn.
Walau VW Kombi sudah menjadi sebuah ikon & kendaraan yang disukai, tetapi sebetulnya fungsinya yang tak terbatas lah yang membuatnya berbeda dengan kendaraan klasik yang lain. Kendaraan ini digunakan untuk camping sekeluarga, atau jalan-jalan berkeliling, mengangkut berbagai jenis barang & untuk ditampilkan di pameran VW…& saya menyenanginya setiap saat. Media masa juga ikut berperan diiringi oleh berkembangnya pop musik tahun 60 & 70an & juga mode pakaian untuk surfing. Lebih dari segalanya, pertemanan & persahabatan antar penggemar yang paling bernilai menurut saya. Para pengemudi VW sudah terkenal untuk saling bertegur sapa di jalan dengan cara melambai tangan atau mengacungkan tangan dimana tiga jari tengah dilipat, atau sekedar membunyikan klakson.

Telur 24S

Row of VW Type II Kombi during a VW event in Magelang, September 2014

In this 2015, there will be at least 13 Volkswagen shows in Indonesia. The biggest one will be the annual National Jamboree held in 25-26 April 2015, in Carnival Beach, Ancol, Jakarta. The other big event is Yogyakarta VW Festival, 20-22 November 2015 in Yogyakarta. Please come & visit these events wher you would see hundreds of classic Volkswagen come from all around the country & a few from ASEAN.
Di tahun 2015 ini, bakal ada paling tidak 13 acara VW di berbagai daerah di Indonesia. Acara yang paling besar adalah Jambore Nasional tahunan yang akan diadakan di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, tanggal 25-26 April 2015. Acara yang juga besar adalah Yogyakarta VW Festival di Jokja pada tanggal 20-22 November 2015. Jika Anda ingin melihat ratusan kendaraan VW klasik berbagai jenis, kunjungilah event VW tersebut.

VW Transport family. Left to right: T1, T2, T3, T4 & T5.

VW Type II family. Left to right: T1, T2, T3, T4 & T5.

Nicknames of VW Type II:
Nama-nama panggilan VW Type II:

  1. Transporter: German
  2. Kombi (Kombinationskraftwagen, combined-use vehicle): German, Australia, Asia & Brazil.
  3. VW Bus: worldwide, US
  4. Bulli, Bully: worldwide
  5. Hippie van: worldwide
  6. The Bus: worldwide
  7. Combi: Mexico
  8. Pão-de-Forma (bread loaf): Portugal
  9. Rugbrød (rye bread): Denmark
  10. Kleinbus (minibus): Finland, Chile
  11. Vee-dub: US
  12. Splitty (Type II T1): US
  13. Bay-window (Type II T2): US
  14. Volksie Bus: South Africa
  15. Danfo: Nigeria
  16. Campervan: UK
Location: Carita Beach, Banten. Lokasi: Pantai Carita, banten.

Location: Carita Beach, Banten. Lokasi: Pantai Carita, banten.

If you are interested to rent this lovely Type II, please call +62 813 1031 4210 for inquiry.
Jika Anda berminat menyewa Type II yang cantik ini, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210.

Red Hot Chili Peppers: the first campervan fleet member

Introducing to you our first campervan fleet member. His name is Red Hot Chili Peppers, a 1963 Volkswagen Type 2 T1, aka Split bus aka VW Dakota (that’s what Indonesians call it referring to the DC-3 Dakota aircraft which has similar split-windscreen). Although he is more than a half-century years old, he has much newer 1700cc engine with a double carburetors which give him sufficient powerful HP,  an AC, a newer frame & suspension systems. He got the camper interior just recently in July 2014.

Ariane 18

Perkenalkan anggota pertama dari armada campervan kami. Kami menamakannya Red Hot Chili Peppers, sebuah Volkswagen Type 2 T1 buatan tahun 1963, alias Split bus, alias VW Dakota (nama Dakota ini hanya dikenal di Indonesia merunut ke pesawat terbang DC-3 Dakota yang kaca depannya terpisah & kelihatannya mirip). Walaupun umurnya sudah lebih dari setengah abad, campervan ini mempunyai mesin 1700cc yang jauh lebih baru lengkap dengan karburator ganda yang memberikan tenaga lebih besar, mempunyai pendingin udara (AC), rangka & sistem suspensi yang lebih baru. Interior campernya dipasang baru-baru di bulan Juli 2014.

Red Hot Chilli Peppers

1963 split bus name Red Hot Chilli Peppers – VW Dakota tahun 1963 bernama Red hot Chilli Peppers.

Interior 4S

Homey classic camper interior: the retro-look rear seats with plenty of wooden storage cabinets – Interior camper klasik yang homey: kursi belakang dengan tampilan retro disertai kabinet penyimpanan.

Interior 3S

A portable table for four, removable buddy seats with additional storage underneath, a refrigerator, two gas cooker & a sink. What else would you need for a camping or just a picnic? – Sebuah meja portabel & kursi untuk empat orang, bangku ‘buddy-seat’ yang portabel & juga sebagai tempat penyimpanan, kulkas, dua buah kompor gas butana & sink cuci piring. Apa lagi yang Anda butuhkan untuk pergi camping atau sekedar piknik?

Interior 1S

Cosy rock-n-roll bed, good for two adults with additional one small child – Tempat tidur ‘rock-n-roll’ yang nyaman, cukup untuk dua orang dewasa, atau bisa juga ditambahkan lagi satu orang anak kecil.

This cozy bed & lighting will make you sleep fast & better.

This cosy bed & relaxing lighting will make you sleep fast & better, accompanied by Big Bird & Elmo – Tempat tidur yang nyaman & penerangan yang membuat rileks akan membuat Anda cepat tidur & berkualitas, ditemani oleh Big Bird & Elmo…

Ariane 3

The Corona Extra are not included :)

We are sorry, the Corona Extra are not included 🙂 – Bir Corona Extra ini tidak termasuk, mohon maaf…

The classic side awning.

The classic style side sun canopy – Kanopi matahari bergaya klasik.

The bike carrier. Location: Gunung Pancar, Bogor.

The rear-mounted bike carrier can carry two bicycles – Bike carrier di belakang dapat memuat dua buah sepeda.

Using a campervan, we can carry lot of stuffs helping our family picnic more enjoyable & convenient.

Using a campervan, we can carry lot of stuffs helping our family picnic more enjoyable & convenient – Campervan dapat memuat begitu banyak barang & perlengkapan yang membuat camping atau piknik bersama keluarga semakin menyenangkan…

Family picnic is a quality time, accompanied by a classic VW campervan.

Family picnic is a quality time, accompanied by a classic VW campervan – Piknik bersama keluarga adalah aktivitas yang sangat berkualitas & semakin menyenangkan karena ditemani sebuah VW campervan klasik.

Good access road & a flat place is a suitable location to set up the campervan. Location: Gunung Pancar, Bogor.

Good access road & a flat place is a suitable location to set up the campervan – Tersedianya jalan masuk yang baik & permukaan yang datar adalah lokasi yang tepat untuk memarkir campervan.

The camping ground in Gunung Pancar is in the middle of a pine forest.

This pine forest camping ground is located at Gunung Pancar, about an hour driving from Jakarta – Bumi perkemahan di tengah hutan pinus ini terletak di Gunung Pancar yang berjarak sekitar 1 jam mengemudi dari Jakarta.

Location: pine forest, Gunung Pancar, 400m asl, Bogor.

The pine forest at Gunung Pancar is located about 400m asl – Hutan pinus Gunung Pancar berada di ketinggian sekitar 400m dpl.

Gn Pancar 13S

Since the beginning, VW Campervan has been always a popular object for photography – Sejak awal diciptakan, VW Campervan selalu menjadi objek fotografi yang populer.

Beach picnic is another family quality time. Using a VW campervan enhances it & brings comfort. Location: Pantai Mutiara, Jakarta.

Beach picnic is another family quality time. Using a VW campervan enhances it & brings greater comfort. Location: Pantai Mutiara, Jakarta – Piknik di pantai bersama keluarga merupakan satu kegiatan positif lainnya. VW Campervan menyediakan kenyamanan untuk seluruh anggota keluarga. Lokasi: Pantai Mutiara, Jakarta.

BlackX 6

Note: Red Hot Chilli Peppers is an American funk rock band found in 1983.
Catatan: Red Hot Chilli Peppers adalah nama sebuah grup band funk rock dari Amerika yang berdiri sejak tahun 1983.

Capolaga 8

Heading back to Jakarta from somewhere…

Tamara Cream 1

This beautiful wedding car is actually RHCP. Cream color cutting sticker was used to cover the whole bottom-half part, transforming it to become a different look car.

Camping with a Campervan at Gunung Pancar

The year of 2015 was still young. In the middle of rain season, we were very lucky to have several fine & bright days. The children were still in school holiday. So why don’t we go for a quick camping? Quick means just one night & not far from Jakarta. So there we went to Gunung Pancar camping ground. Located in outskirt of Sentul City, Bogor. It took us only about one hour to reach there from our house in South of Jakarta. Thanks to JORR toll road connecting to Jagorawi toll road.
Masih di awal tahun 2015, di tengah-tengah musim hujan, kami merasa beruntung mendapat beberapa hari yang cerah. Anak-anak masih liburan akhir tahun sekolah. Kami pikir kenapa tidak pergi camping ? Cukup satu malam saja & tidak jauh dari Jakarta. Maka segeralah kami pergi ke bumi perkemahan Gunung Pancar. Lokasinya di pinggiran Sentul City, Bogor. Dari rumah kami di Jakarta Selatan, cukup satu jam kami sudah tiba di lokasi, berkat jalan tol JORR & Jagorawi. 

The route to get there is simple: From Jagorawi toll road, exit in Sentul City toll gate. Turn left & follow Sentul City main road (i.e. Jalan MH Thamrin). After about 3-4km ascending road & a bit descending, it will reach the big roundabout & Sentul Nirwana estate sign. Turn left here & before the entrance gate of The Jungle Land amusement park, turn right. Starting from here, the road gets worse & going uphill. About 2-3km you will reach the camping ground ticketing gate.
Rute menuju ke sana mudah. Dari Jagorawi, keluar di pintu tol Sentul City. Belok kiri di pertigaan & ikuti saja jalan utama Sentul City (yaitu Jl. MH Thamrin namanya). Sesudah sekitar 3-4km jalan tanjakan & sedikit turunan, maka sampailah ke bundaran besar dengan tulisan Sentul Nirwana. Belok kiri di sini & sebelum gerbang masuk taman rekreasi The Jungle Land, belok kanan. Dari sini, Anda akan temui jalanan aspal yang kurang terawat & terus menanjak. Sekitar 2-3km akan sampailah di gerbang masuk bumi perkemahan. 

Only for visiting, not camping, the fee is Rp5k/pax & Rp5k/car. For camping, it varies. The best camping ground is the A-block & the fee is Rp100k/pax/night. We managed to negotiate down to Rp80k per adult & Rp70k per child. Car is included.
Tiket masuk tanpa camping adalah Rp5ribu/orang & Rp5ribu/mobil. Untuk camping, harganya bervariasi. Untuk bumi perkemahan blok-A, harga pertiket adalah Rp100ribu/orang/malam. Kami berhasil bernegosiasi & harga tiket turun menjadi Rp80ribu/dewasa & Rp70ribu/anak sudah termasuk kendaraan.

Pancar 13S

The access road to A-block…

The good things about A-block are the large well-maintained flat lawn field, new toilet & bathing facilities (2 men & 2 ladies including sitting & squatting type toilets), not far from the management & security office so it’s more secure during night time, lightings are provided, including 220V power outlets, no village access road so it’s not noisy with passing by motorcycles nor villagers. The access road is mixed gravel, rocks & dirts but relatively flat, no steep ascending. The area is still pretty clean. The management provided large garbage plastic bags nearby our spot.
Kelebihan blok-A adalah adanya lapangan rumput yang terawat, fasilitas toilet & kamar mandi yang relatif baru (ada 2 untuk pria & 2 untuk wanita lengkap dengan toilet duduk & jongkok), letaknya tidak jauh dari kantor pengurus & sekuriti sehingga tempatnya relatif lebih aman khususnya di malam hari, lampu penerangan (lampu sorot) disediakan termasuk colokan listrik PLN 220V, tak ada jalan akses ke perkampungan sehingga tak berisik oleh lalu-lalang motor atau penduduk. Jalan masuknya campuran, bebatuan, kerikil & tanah yang relatif datar, tak ada tanjakan yang terjal. Areanya relatif masih bersih. Pengurus menyediakan tas sampah plastik besar di dekat camp kami.

We parked our Deep Purple Campervan at a flat dry space among pine tress facing the lawn field & open sky above it.
Kami memarkirkan Campervan Deep Purple kami di spot yang datar & kering di antara pepohonan pinus menghadap lapangan rumput & langit yang terbuka di atasnya.

Pancar 11S

The A-block camping ground.

We love this Gunung Pancar because it’s not far from Jakarta, good access roads, maintained pine forest & moderate elevation; only about 400-500m asl, not too hot & not too cold, almost perfect.
Kami sekeluarga sangat menyenangi Gunung Pancar karena lokasinya tidak jauh dari Jakarta, kondisi jalan yang baik, hutan pinus yang terjaga & elevasinya yang moderat; yaitu sekitar 400-500m dpl sehingga udaranya tidak panas & tidak dingin.

Pancar 12S

You won’t believe that all of these camping equipment are loaded & stored nicely inside the Campervan…

It was a windy day & the pine trees generating whirling & tweeting sound, a kind of natural noise which is not available in the cities.
Hari itu cukup berangin. Pergerakan & pergesekan pepohonan pinus & angin menimbulkan suara khas yang tak pernah terdengar di kota-kota. 

???

Here are some pics to give you more information about the camping ground & off course, the Deep Purple Campervan…
Berikut foto-fotonya untuk semakin memberikan gambaran tentang bumi perkemahannya & tentu saja, Campervan Deep Purple kami…

Pancar 9 textS

The background mountain is Gunung Pancar.

Pancar 10SA text

Pancar 8 text2SBWC

Pancar 7 textS

Pancar 5 textS

Pancar 2S

The classic rear view of a VW Campervan, a favourite place for taking a family photo….

For more information, please visit their website: http://www.gunungpancar.com.
Untuk informasi lebih lengkap, mohon kunjungi lamannya: http://www.gunungpancar.com

Pancar 1S

Gunung Pancar is one of the best camping grounds to spend with your family on a weekend…

The VW Beetle: by the numbers

The VW Beetle: by the numbers.
VW Beetle: menurut angka-angka

On July 31, 2003, Volkswagen Beetle was officially discontinued. I’m left with mixed emotions. I’m saddened because a piece of our hobby is officially no more & worried about the future of spare parts supply, but on the other hand, the VW Beetle can now truly become a part of history. Most of us were not alive when VW started building them, but we can all be happy to say we were here when they stopped.
Pada tanggal 31 Juli 2003, Volkswagen Beetle secara resmi dihentikan produksinya. Sebagai seorang pecinta VW, perasaan saya bercampur aduk. Sedih karena salah satu hobby secara resmi diberhentikan & kuatir suku cadang akan hilang di masa depan. Tetapi di sisi lain, VW Beetle sudah tegas menjadi bagian dari sejarah. Hampir semua di antara kita belum lahir pada waktu VW mulai membuatnya, tetapi bolehlah kita semua senang karena kita hadir pada waktu mereka menghentikannya.

Kodok Tamara 2S

Introducing to you our Picnic Beetle; 1974 1303 Super Beetle – Perkenalkan VW Kodok kepunyaan kami yang diberi nama Picnic Beetle, sebuah 1303 Super Beetle buatan tahun 1974…

After 58 years, Volkswagen & its factories around the world turned out 21,529,464 examples of the People’s Car. Thought it isn’t the most produced car in history anymore, VW still holds the tile (Rabbit / Golf is hit more than 25 million mark).
Selama 58 tahun, dari berbagai pabrik Volkswagen di seluruh dunia telah memproduksi 21,529,464 buah VW Beetle. Angka ini sempat bertengger di puncak rekor, sebelum dikalahkan oleh produk VW lainnya, Golf (di Amerika disebutnya Rabbit) yang sudah mencapai lebih dari 25 juta unit.

Tamara 1S

This is one classic view of a VW Beetle; in the middle of an open grass field – Salah satu foto klasik VW Beetle yaitu di tengah lapangan rumput terbuka…

A near impossibility is to picture 21,529,464 VWs. Go out to your garage or driveway, look at your beetle & picture that one car 21,529,463 more times down your street. I’ll bet you can’t, because for starters, you can’t physically see that far. If you line up end to end all Beetles ever made, your street would be a traffic jam 86,280km long – a quarter of the way to the moon – & stacking them one on top of the other, it would form a pile of Beetles 32,130km high. On the average, one Beetle came off the production line one every 85 seconds, 24 hours a day, seven days a week for 58 years. That’s 18,300,044 tons of Beetles, more than 345 HMS Titanics, three Empire State Buildings or the combined average weight of every person in America in 2003.
Hampir mustahil melihat langsung VW Beetle sebanyak 21,529,464 buah. Pergilah keluar, lihat mobil VW Beetle Anda parkir di depan rumah & coba bayangkan ada 21,529,463 mobil sejenis lagi yang parkir di belakangnya. Bisa? Saya pikir tak akan bisa, karena keterbatasan penglihatan kita tak dapat melihat sejauh itu. Jika semua VW Beetle yang sudah pernah dibuat berbaris di jalanan, maka kemacetan dahsyat sepanjang 86,280km akan terjadi – jarak ini sama dengan ¼ jarak bumi ke bulan – & jika ditumpukan satu per satu, maka tumpukannya akan mencapai 32,130km tingginya. Kalau dirata-ratakan, sebuah VW Beetle dibuat dalam waktu hanya 85 detik, non-stop selama 24 jam sehari & 7 hari seminggu selama 58 tahun. Total beratnya mencapai 18,300,044 ton, setara dengan lebih dari berat 345 buah kapal HMS Titanic, atau tiga gedung Empire State Building atau total berat rata-rata semua penduduk Amerika di tahun 2003.

Tamara 2s

“…Spread your little wings & fly away…” Queen, Spread Your Wings, 1977

The numbers are staggering, especially considering the massive amount of minute parts that go along with them. If there’s 21,529,464 Beetles , that means that they were equipped with 301,412,496 light bulbs, 17,397km of fan belts & 107,647,320 tires (five each). Standing one next to another, the tires would stretch from Los Angeles to Calcutta India, 13,590km away, which is twice the length of the Nile River in Africa. There are 688,942,848 fender bolts, three for every person in this country; 86,117,856 pistons, enough to make a pile of pistons 1.6km high, 1.6km wide & 1.6km thick; & 109,117,856 lug nuts, one for every baby born in the world in 2003. If we put these lug nuts end to end, it would be a chain 3,128km long & weight 10,229 tons, more than the Queen Mary.
Angka-angka ini bertambah dahsyat untuk berbagai komponen kendaraan yang dipakai. Untuk jumlah 21,529,464 unit VW Beetle, maka ada 301,412,496 buah bohlam lampu, tali kipas sepanjang 17,397km & ban berjumlah 107,647,320 (masing-masing 5 ban di satu unit). Jika ban-ban ini diberdirikan berjejer, maka panjang barisannya akan menyambungkan kota Los Angeles di Amerika sampai ke kota Kalkuta di India sepanjang 13,590km, yang juga dua kali lipat panjang Sungai Nil di Afrika. Komponen lainnya; ada 688,942,848 buah baut bemper, setiap orang di Amerika akan mendapat masing-masing 3 buah baut ini; 86,117,856 buah piston, cukup untuk membuat tumpukan piston setinggi 1.6km, lebar 1.6km & tebal 1.6km; & 109,117,856 buah mur lug, satu untuk setiap bayi yang lahir di dunia di tahun 2003. Jika mur lug ini dijejerkan, maka panjangnya akan mencapai 3,128km dengan berat 10,229 tons, lebih berat daripada kapal Queen Mary.

Tamara 6SA

Ready to take the whole family for a picnic – Siap untuk membawa Anda piknik sekeluarga…

If all of the Beetles’ back seats were stacked up on top of each other it would be a tower 4,349km high, & if we tiled them out they would completely cover 111-square km Nantucket Island. If we filled up the tanks of all the Beetles, it would drain half of the Lake Ontario, & if we bottled all the oil used in all the Beetles it would fill 40 million wine bottles, nearly twice the oil that was spilled by the Exxon Valdez in 1989. Enough headliner material has been used by VW to cover Manhattan Island almost twice, & line up all the valves side by side & it would stretch from New York across the Atlantic to Paris. If you laid out the VW logo hood ornaments from all the Beetles it would cover 11,515-square meter, enough to completely blanket two football fields, & if you lined them up, it would stretch from Montana to the North Pole.
Jika semua kursi belakang VW Beetle ditumpukan satu per satu, maka tingginya akan mencapai 4,349km & jika didudukan berdempetan, maka luasnya akan mencapai 111 km persegi seluas Pulau Nantucket. Jika semua tangki bensin VW Beetle diisi, maka volumenya sama dengan setengah isi Danau Ontario. Kalau oli mesinnya ditampung di botol, maka akan diperlukan botol wine sebanyak 40juta buah, jumlah oli ini yang sama dengan hampir dua kali lipat volume minyak mentah yang ditumpahkan oleh kapal tanker Exxon Valdez di tahun 1989. Material plafonnya yang dipakai akan cukup untuk membungkus Pulau Manhattan dua kali. Jika semua katup mesin dijejerkan, maka panjangnya akan menyambungkan kota New York di Amerika menyeberang samudera Atlantik sampai ke kota Paris di Perancis. Jika semua logo VW (yang terletak di atas kap bagasi depan) dipasangkan berdampingan, maka luasnya akan mencapai 11,515 meter persegi, yaitu seluas dua lapangan sepak bola. Jika logo ini didirikan bersebelahan, maka panjangnya akan mencapai jarak dari negara bagian Montana sampai Kutub Utara.

ITB 3S

Nearby ITB, Bandung – Di dekat kampus ITB yang asri, Bandung…

The average fuel capacity of all the Beetles total 855,838,562 liters, which is enough fuel to keep 100 Boeing 747s flying non-stop for nearly five years (provided they used regular gas). Though the cargo volume changed periodically through the course of production, they all add up to roughly 6.1 cubic km worth of space, which is equal to the amount of mountain blown off by the Mount St. Helens eruption in 1980 (roughly 433m of the summit).
Jika dijumlahkan, maka kapasitas volume tangki bensin Beetle total mencapai 855,838,562 liter. Jumlah ini cukup untuk menggerakkan 100 buah pesawat Boeing 747 Jumbo Jet terbang selama lima tahun non-stop (kalau misalnya bahan bakarnya menggunakan bensin). Jika volume bagasi dijumlahkan, maka totalnya akan mencapai 6.1 km kubik, yaitu volume dari material gunung yang dilontarkan pada waktu gunung berapi St. Helens meletus di tahun 1980.

ITB 1S

In ITB (Institut Teknologi Bandung), Bandung – Gedung di belakang adalah ciri khas Kampus ITB, Bandung…

The most important figures that come out of all of this is that 21,529,464 people around the world bought, drove & enjoyed a brand new Volkswagen Beetle from a dealership sometime in their lives. This event, this source of pride for 21,529,464 people, happened daily for 58 years & after July 31, 2003, will never happen again.
Angka-angka yang paling penting sebetulnya adalah ada 21,529,464 orang yang telah membeli, mengemudikan & menikmati sebuah VW Beetle baru dari show room di salah satu masa hidupnya. Kebahagiaan & kebanggaan ini dimiliki oleh 21,529,464 orang, setiap hari selama 58 tahun & berakhir di tanggal 31 Juli 2003.

Telo 1S

This photo is the winner of the photo contest, conducted by VICC (Volkswagen Indonesian Cyber Community), March 2014 – Foto anak kami & Picnic Beetle ini pemenang lomba foto yang diadakan oleh VICC, di bulan Maret 2014…

Then again, maybe 10 years after they bought them, 90% of those 21,529,464 people sold their VW to 19,376,517 more people, & 10 years after that, 90% of those people may have sold their VW to 17,438,865 more people… & the cycle has continued & will continue possibly for endless generations.
Mungkin, 10 tahun kemudian setelah para konsumen ini membeli VW Beetle, 90% dari 21,529,464 orang telah menjualnya kepada 19,376,517 orang lain yang berbeda. Lalu 10 tahun berikutnya lagi, 90% orang tersebut telah menjualnya kembali kepada 17,438,865 orang yang berbeda … & siklus ini terus berlanjut & berlanjut sampai kepada generasi yang tak berujung.

CFD 12S

In the housing complex after returning from a Car Free Day – Di jalan masuk utama komplek setelah ikutan Car Free Day…

Keep your VW Beetle alive, they’re not making anymore of them, you know.
Peliharalah VW Beetle mu baik-baik. Mobil ini sudah tidak dibuat lagi.

Cibubur 2SA

A photo session in Cibubur – Sesi foto di Cibubur…

Cibubur 4SATEXT

Another photo in Cibubur – Salah satu foto lain di Cibubur…

Cibubur 6TEXTS

The quote speaks itself – Kata-kata bijaksana…

The Volkswagen Type 1 automobile, also known as the Volkswagen Beetle or Bug, is known colloquially by various names in different countries, usually local renderings of the word “beetle”. Among these are:
Mobil Volkswagen Type 1 juga dikenal dengan nama VW Beetle or Bug, mempunyai nama sebutan yang berbeda-beda di berbagai negara, yang umumnya menunjukan ke serangga jenis “kumbang”. Nama-nama tersebut adalah sebagai berikut:

  • Beetle in the UK
  • Bug in the US
  • Käfer (beetle) in Germany, Austria and Alemannic Switzerland
  • Kever in Dutch-speaking Belgium and the Netherlands
  • Pichirilo in Ecuador
  • Pulga (flea), Escarabajo (beetle) in Colombia
  • ඉබ්බා (tortoise) in Sri Lanka
  • Vocho, Vochito or Volcho (navel) in Mexico, Costa Rica and Colombia
  • Fusca in Brazil, Paraguay and Uruguay (from “fauvê”, “VW” in German pronunciation), Fusquinha (little VW) in Brazil, Fusquita (little VW) in Uruguay
  • Escarabajo (beetle) in Argentina, Chile, Colombia, Paraguay, Peru, Spain, Uruguay, El Salvador, Costa Rica and Venezuela
  • Peta (turtle) in Bolivia
  • Folcika or Buba (bug) in Bosnia and Herzegovina
  • Косτенурка (“Kostenurka”, turtle), Бръмбар (“Brambar”, beetle) in Bulgaria
  • Bug, Beetle in Australia, English Canada, India, the United Kingdom, and the USA
  • Escarabat (beetle) in Catalan
  • Poncho in Chile
  • 甲壳虫 (“Jiǎ Ké Chóng”, beetle) in China
  • Buba in Croatia
  • Brouk in Czech Republic
  • Boblen (The bubble), Bobbelfolkevogn (bubble Volkswagen), Asfaltboblen (The asphalt bubble), Billen (The Beetle) gravid rulleskøjte (pregnant rollerskate) or Hitlerslæden (Hitler-sled) in Denmark
  • Cepillo (brush or ice shaver) in Dominican Republic
  • خنفسة (“khon-fesa”, beetle) in Egypt
  • Fakrouna (tortoise) in Libya
  • Põrnikas (beetle) in Estonia
  • Kupla (bubble), Kuplavolkkari (bubble Volkswagen), Aatun kosto (Adi’s revenge) in Finland
  • Coccinelle (ladybug) in France, French-speaking Belgium, Algeria, Quebec and Haiti
  • Choupette (Herbie’s name in the French version of the movie) in French Canada
  • Буба (beetle) in the Republic of Macedonia
  • 金龜車 (“Jin-guei che”) in Taiwan
  • Σκαθάρι (“Skathari”, beetle), Σκαραβαίος (“Skaraveos”, scarab), Χελώνα (“Chelona”, turtle) in Greece
  • Cucaracha or Cucarachita (cockroach, little cockroach) in Guatemala, El Salvador and Honduras
  • Bogár (bug) in Hungary
  • Bjalla (bell) in Iceland
  • Kodok (frog) in Indonesia
  • Ghoorbaghei (قورباغه ای) (frog) in Persian Iran
  • Agroga عكروكة (little frog), Rag-gah ركـّة (little turtle) in Iraq
  • חיפושית (“Hipushit”, beetle) or Bimba in Israel
  • Maggiolino (maybug, cockchafer), Maggiolone (big beetle) in Italy
  • カブトムシ (“Kabuto-mushi”) (drone beetle) in Japan
  • Kifuu in Kenya
  • Vabole in Latvia
  • Vabalas in Lithuania
  • Kura (turtle), Kodok (frog) in Malaysia
  • Sedán (sedan car), Pulguita (little flea), Vocho/Vochito or Bocho/Bochito (little Volkswagen) in Mexico and across Latin America
  • Kashima in Namibia
  • Bhyagute car (frog car) in Nepal
  • Boble (bubble) in Norway
  • Foxi or Foxy in Pakistan
  • Pendong, Kotseng kuba (hunchback car), Pagong, Ba-o, (turtle), Boks (tin can), sometimes Beetle in the Philippines
  • Garbus (hunchback) in Poland
  • Carocha (beetle) in Portugal
  • Volky in Puerto Rico
  • Broasca, Broscuţă (little frog), Buburuza (ladybird) in Romania
  • Фольксваген-жук (“Folksvagen-zhuk”, Volkswagen bug) in Ukraine
  • Жук (“Zhuk”, beetle) in Russia
  • Буба (“Buba”, bug) in Serbia
  • Volla or Volksie (little Volkswagen), Kewer (beetle) in South Africa
  • Chrobák (beetle) in Slovakia
  • Hrošč (beetle) in Slovenia
  • Volks, Beetle or Ibba (turtle) in Sri Lanka
  • Mgongo wa Chura (frog’s back), Mwendo wa Kobe (tortoise speed) in Swahili
  • Folka (Volkswagen), Bagge (short for Skalbagge, beetle), Bubbla (bubble) in Sweden and Swedish-speaking Finland
  • Kobe in Tanzania
  • รถเต่า (“Rod Tao”, turtle car), โฟล์คเต่า (“Volk Tao”, Volkswagen car) in Thai
  • Kaplumbağa (turtle), Tosbağa (tortoise), Vosvos, Beetle in Turkey
  • Con Bọ in Vietnam
  • Bhamba datya (“Datya”, frog) in Zimbabwe
  • Tortuga (tortoise) in Panama
  • Escarabajo (beetle), Bocho (little Volkswagen), Rana (frog) in Perú
  • Цох in Mongolia
  • “فولوکس” (Foloks), in Afghanistan
Kota Tua Beetle 4SBWC

Another photo session in Kota Tua (Old Town), Jakarta – Sesi foto di kawasan Kota Tua, Jakarta…

Kodok 1S

The Beetle is popular of its roof rack loaded with vintage properties – VW Kodok populer dengan rak bagasi di atapnya yang dimuati oleh barang-barang lawas…

Kodok 3SBWC

The Picnic Beetle…

If you are interested to rent this gorgeous Picnic Beetle, please call +62 813 1031 4210 for inquiry.
Jika Anda berminat menyewa Picnic Beetle yang cantik ini, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210 untuk membicarakannya.

Rental Prices – Tarif Sewa

Please call +62 813 1031 4210 for booking.
Mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210 untuk pemesanan. 

Deep Purple (VW Kombi 1979).

BlackX 8

Campervan: Deep Purple

  • Daily Rate – Harga Harian: IDR2,250,000.00.
  • Less than10hrs – Kurang dari 10jam: discount (diskon) IDR500,000.00.
  • 2-days Weekend Rate – Harga Akhir Pekan 2-hari: IDR3,600,000.00.
  • 3-days Weekend Rate – Harga Akhir Pekan 3-hari: IDR5,100,000.00.
  • More than 3-days, please call – Untuk lebih dari 3-hari, mohon kontak kami.
  • Driver – Supir: IDR300,000.00 / day. (Driver is a must because the cars are not covered by insurance – Wajib menggunakan Supir dari kami karena kendaraan tidak ditanggung asuransi).
  • Under Customer’s responsibility: fuel (Premium petrol), toll tickets, parking tickets, entrance tickets, meals for Driver if overnight, etc. – Tanggung jawab Penyewa: BBM (bensin Premium), tiket tol, tiket parkir, tiket masuk, makan untuk Supir jika menginap, dsb.

Green tosca (VW Dakota 1965)

Tosca 1

  • Daily Rate – Harga Harian: IDR2,750,000.00.
  • Less than10hrs – Kurang dari 10jam: discount (diskon) IDR500,000.00.
  • 2-days Weekend Rate – Harga Akhir Pekan 2-hari: IDR4,400,000.00.
  • 3-days Weekend Rate – Harga Akhir Pekan 3-hari: IDR6,200,000.00.
  • More than 3-days, please call – Untuk lebih dari 3-hari, mohon kontak kami.
  • Driver – Supir: IDR300,000.00 / day (Driver is a must because the cars are not covered by insurance – Wajib menggunakan Supir dari kami karena kendaraan tidak ditanggung asuransi).
  • Under Customer’s responsibility: fuel (Premium petrol), toll tickets, parking tickets, entrance tickets, meals for Driver if overnight, etc. – Tanggung jawab Penyewa: BBM (bensin Premium), tiket tol, tiket parkir, tiket masuk, makan untuk Supir jika menginap, dsb.

1303 Super Beetle 1974

Jamnas 2019 9

  • Daily Rate – Harga Harian: Please call or WA / mohon telepon atau WA

For one off rental, e.g. wedding, pre-wedding photo session, promotional events, commercial advertisement, birthday celebration, anniversary, etc., please telephone to discuss.
Untuk penyewaan khusus, seperti acara perkawinan, foto pre-wedding, acara promosi, iklan komersil, pesta ulang tahun, ulang tahun perkawinan, dsb., silahkan telepon kami untuk mendiskusikannya.