Endah n Rheza n Campervan

Nivea 1

In May & June 2015, Jakarta VW Campervan supported the Nivea road show event in collaboration with the husband-wife singers Endah n Rheza. The Pink Floyd campervan was utilized after changing the color into blue, following the brand color of Nivea.
Di bulan Mei & Juni lalu, Jakarta VW Campervan ikut mendukung acara roadshow Nivea yang bekerja sama dengan pasangan penyanyi suami istri Endah n Rheza. Campervan Pink Floyd diubah warnanya menjadi biru sesuai warna merek Nivea untuk dipergunakan selama acara ini.

The road show was conducted in UI campus Depok, IPB campus Bogor, Esa Unggul university Jakarta, Sumarecon mall Bekasi, Semarang, Jogja & Bali.
Roadshow diadakan di berbagai tempat di berbagai kota yaitu kampus UI Depok, kampus IPB Bogor, kampus universitas Esa Unggul Jakarta, mal Sumarecon Bekasi, Semarang, Jogja & terakhir di Bali.

During the roadshow, they also made a music video. Here it is:
Mereka juga membuat sebuah video musik yang syutingnya dilakukan selama acara ini. Silahkan klik di bawah untuk melihat video musiknya:

Here are some pictures – Berikut foto-fotonya:

Nivea 2

The roadshow began in University of Indonesia (UI) campus, Depok – Acara roadshow dimulai di kampus UI Depok…

Nivea 3

This is the rector building of University of Indonesia – Di depan Gedung Rektorat UI…

Nivea 4

At Agriculture Institute of Bogor (IPB), Darmaga, Bogor – Di kampus Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor…

Nivea 5

Endah n Rheza performing live unplugged musical in IPB – Endah n Rheza di panggung musik unplugged di kampus IPB…

Nivea 6

Endah n Rheza at Sumarecon mall, Bekasi – Endah n Rheza di mal Sumarecon, Bekasi…

Nivea 7

Endah n Rheza at Sumarecon mall, Bekasi – Endah n Rheza di mal Sumarecon, Bekasi…

Nivea 8

Endah n Rheza at Sumarecon mall, Bekasi – Endah n Rheza di mal Sumarecon, Bekasi…

Nivea 9

Endah n Rheza at Sumarecon mall, Bekasi – Endah n Rheza di mal Sumarecon, Bekasi…

At University Esa Unggul, Jakarta - Di kampus Universitas Esa Unggul, Jakarta...

At University Esa Unggul, Jakarta – Di kampus Universitas Esa Unggul, Jakarta…

Nivea 10

Ready on tow 450km long to Semarang, Central Java – Siap-siap di atas truk gendong sejauh 450km menuju Semarang, Jawa Tengah…

Nivea 11

At Tugu Muda roundabout, Semarang – Di simpang Tugu Muda Semarang…

Nivea 12

In Semarang – Di Semarang…

Nivea 15

Endah n Rheza performing live unplugged musical in Jogja – Endah n Rheza di panggung musik unplugged di Jogja…

Nivea 13

Finally in Bali – Akhirnya tiba di Bali…

Nivea 19

At Mandara toll road, Bali – Di jalan tol Mandara, Bali…

Nivea 20

Endah n Rheza at one of quiet beaches in Bali – Endah n Rheza di salah satu pantai yang sepi di Bali…

Nivea 16

Nice blue sky in Bali – Langit biru yang asyik di Bali…

Nivea 23

Endah n Rheza took a break while shooting the music video in UI campus – Endah n Rheza waktu syuting video musik di kampus UI Depok…

Nivea 24

The interior of campervan is also turned into blue – Interior campervan juga diubah menjadi biru…

Nivea 21

The music video shooting in Bali – Suasana syuting video musik di Bali…

Nivea 22

Thanks to Endah, Rheza & Nivea – Terima kasih kepada Endah, Rheza & Nivea……

Sukamantri 16

Back to the original color: pink. Only brave men drive pink car – Kembali ke warna asli: pink. Hanya lelaki pemberani yang mau menyetir mobil berwarna pink….

If you are interested to rent this pink Samba style Campervan, please call +62 813 1031 4210 for inquiry.
Jika Anda berminat menyewa VW Campervan Samba pink ini, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210.

Advertisements

It’s not a town. It’s a Volkswagen Town.

VW town 13

The top view of Volkswagen town at night during a clear sky – Tampak atas dari kota Volkswagen di waktu malam yang cerah…

Not many people know, there is a little Volkswagen town, in scale of 1:87 (known as H0 scale), located inside the front room of my friend’s house, somewhere in Serpong, Southwest of Jakarta. The exact address is confidential, sorry. The owner’s name is Ananta “Karbit” Wijaya. Although his professional job is Technical Director of a private airliner, but his hobby is collecting die-cast models of Volkswagen, Vespa & Mini Cooper. Aircraft models are only few, not as many as cars.
Tanpa banyak orang tahu, ada sebuah kota kecil bernama Volkswagen, tepatnya sebuah maket/model kota berskala 1:87 (dikenal dengan skala H0), yang terletak di ruang depan rumah seorang kawan di bilangan Serpong, sebelah barat daya Jakarta. Alamat tepatnya rahasia, maaf. Nama pemiliknya adalah Ananta “Karbit” Wijaya. Walaupun profesinya sebagai Direktur Teknik di sebuah maskapai penerbangan swasta, tetapi hobbynya adalah mengumpulkan model die-cast mobil merek Volkswagen (VW), Vespa & Mini Cooper. Sementara model pesawat jauh lebih sedikit dibanding model mobil.

VW town 15

This is one of the two rail road hairpin turns in Volkswagen town. Do you notice a cable car? – Ini adalah satu dari dua tikungan tusuk-konde rel kereta di kota Volkswagen. Apakah Anda melihat kereta-gantung yang sedang melintas?

VW town 2

A VW T1 panel bus patiently stopping at a rail-road crossing. A nearby VW T1 bus tows a boat-trailer is also doing the same. The train passes by every 30 seconds encircling the whole town – Sebuah van panel VW T1 sabar menunggu di lintasan kereta. Sebuah van VW T1 lainnya di dekatnya yang menarik trailer berisi perahu juga melakukan hal yang sama. Kereta lewat setiap 30 detik mengelilingi pinggiran kota…

VW town 1

A row of VW T1 Samba bus – Sebuah barisan VW T1 Samba…

Why the town is so called Volkswagen Town? I think obviously because the cars in the town are only Volkswagen, in variety of models or types. No other car brands can be found here. There are 55 VW cars, four Vespa, four BMW motorcycles & two bicycles (maybe both are German made bicycles that I’m not aware of). Judging the architecture of the buildings, I would say this is a German town, or somewhere in Europe.
Kenapa dinamakan kota Volkswagen? Saya kira jawabannya sudah jelas, yaitu hanya mobil merek Volkswagen yang terdapat di kota ini, terdiri dari berbagai model / tipe. Kendaraan merek lain tidak ada. Total ada 55 buah mobil VW. Sementara sepeda motornya ada delapan buah; yaitu 4 buah Vespa & 4 buah BMW, plus dua buah sepeda (saya tidak tahu mereknya, mungkin merek sepeda Jerman). Dari arsitektur bangunannya, kemungkinan besar kota ini settingnya di negara Jerman, atau paling tidak di Eropa.

VW town 4

There are two ESSO gas stations in town. This is one of them. I have no idea why that empty Hebmuller is parked in the middle of the road. Maybe the fuel tank is really empty – Ada dua buah SPBU ESSO di kota & ini adalah salah satunya. Saya tidak mengerti kenapa ada Hebmuller kosong ditinggal di tengah jalan. Mungkin mogok karena tangki bensinnya benar-benar sudah kosong…

VW town 3

This is the 2nd gas station. An ESSO service panel van is parked nearby. Looks like this particular gas station serves only motor cycles. Meanwhile a Hebmuller & a Karmann-Ghia are passing by looking for other gas station – Ini adalah SPBU kedua. Sebuah panel van ESSO diparkir di dekatnya. Sepertinya SPBU ini hanya melayani sepeda motor. Sementara sebuah Hebmuller & sebuah Karmann-Ghia melewatinya sedang mencari SPBU yang lain…

Karbit started collecting the models ten years ago including the houses, trains, rail tracks, trees, people, animals, etc. mostly from abroad. He got a professional model builder from Bandung building & assembling the town. The layout of the town was designed by himself. The whole town took two months to be built back in mid 2014.
Karbit mulai mengkoleksi model-model tersebut sekitar 10 tahun yang lalu, termasuk bangunan, kereta api & relnya, pohon-pohon, orang-orangnya, binatang, dsb. yang kebanyakan didapat dari luar negeri. Maket kotanya dibuat oleh sebuah pembuat maket professional dari Bandung tetapi desain kotanya dibuat sendiri oleh beliau. Pembuatan maket kota ini memakan waktu dua bulan di pertengahan tahun 2014 lalu.

VW town 9

Several VW Type 181 (aka Safari aka The Thing aka VW Camat) are neatly parked, away from the traffic – Beberapa VW Type 181 (alias Safari alias The Thing alias VW Camat) terparkir rapih menghindari lalu lintas…

VW town 5

Volkswagen town has two RV parks. This is one of them. Look, there are three beautiful Dormobile campervans with that distinctive accordion pop-top roof…& a jogging man, too – Kota Volkswagen mempunyai dua taman untuk camping, piknik & parkir kendaraan campervan. Ini salah satunya. Lihat, ada tiga buah campervan Dormobile yang cantik dengan atap pop-top berbentuk akordionnya… & juga seorang yang sedang jogging…

The town is placed on a custom built table with some storage cabinets below, designed by Uci, his wife, who is a furniture designer. The size is a bit smaller than a pingpong table, about 2.4 x 1.2m. On the walls, there are several cabinets to store & to display other hundreds of car models with variety of scales. Total there are about 600 VW models in this room, plus many more of Mini Coopers, Vespa & aircrafts. This is a kind of heaven room you wish to have when you were a child.
Maket kota tersebut dibangun di atas sebuah meja, berukuran lebih kecil sedikit dari meja pingpong, yaitu 2.4 x 1.2m. Di bawahnya ada beberapa kabinet untuk penyimpanan. Mejanya didesain oleh sang istri, Uci, yang juga seorang desainer furnitur. Di dinding ruangan, digantung beberapa kabinet kaca untuk menyimpan & memajang ratusan model mobil lainnya dengan berbagai ukuran skala. Total ada sekitar 600 model mobil VW, plus puluhan model Mini Coopers, Vespa & pesawat terbang. Ruangan ini mungkin sebuah surga yang sering didambakan ketika kita masih kecil.

VW town 10

If you are hungry but lazy to cook, just go to the corner of the water fountain roundabout to find a foodtruck area. That’s also a favourite place for Polizei-men to find some food – Jika Anda lapar tetapi sedang malas memasak, maka datanglah ke salah sudut dekat bundaran air mancur di tengah kota ke tempat food truck. Tempat ini juga menjadi tempat favorit para petugas Polizei (polisi Jerman) mencari makan…

VW town 6

In Volkswagen town, there is a family who fanatically loves so much Beetle cabriolets. The father, the mother & the two children each have one of them – Di kota Volkswagen, ada sebuah keluarga yang sangat fanatik mencintai VW Beetles cabriolet. Sang ayah, ibu & kedua anaknya masing-masing mempunyai satu…

HO (as in Oscar) or H0 (as zero) is the most popular scale of model railway in the world. In H0 scale, 3.5mm (0.1378in) represents 1 real foot (304.8mm). H0 scale’s popularity lies somewhat in its middle-of-the-road status. It is large enough to accommodate a great deal of detail in finer models, more so than the smaller N & Z scales, & can also be easily handled by children without as much fear of swallowing small parts. Models are usually less expensive than the smaller scales because of more exacting manufacturing process in N & Z, & also less expensive than S, O & G scales because of the smaller amount of material; the larger audience & the resultant economy of scale also drives H0 prices down.
HO atau H0 adalah skala model yang paling popular untuk perkeretaapian di dunia. Di skala H0, 3.5mm (0.1378in) mewakili panjang 1 kaki (304.8mm). Skala H0 populer karena letaknya di tengah-tengah di antara ukuran skala lainnya. Ukurannya cukup besar untuk mengakomodasi detil dengan baik, lebih baik daripada skala N & Z yang lebih kecil. Juga lebih aman buat anak-anak karena tidak kekecilan yang bisa tertelan secara tak sengaja. Model ukuran ini umumnya lebih murah harganya dibanding skala N & Z yang lebih kecil yang memerlukan kepresisian lebih waktu diproduksi tetapi juga lebih murah daripada skala S, O & G karena material yang diperlukan lebih sedikit. Jumlah peminatnya yang lebih banyak & faktor ekonomis tadi semakin membuat harga skala H0 menjadi lebih turun.

VW town 8

Two Herbie-wannabe Beetles are ready to race at the drag-strip. Yes, the town has a racing circuit. No idea why one has number 55, instead of Herbie’s 53 – Dua buah VW Beetle Herbie-wannabe bersiap-siap balapan di lintasan drag. Betul, kota ini juga mempunyai sebuah sirkuit balapan. Tak jelas kenapa salah satunya bernomor 55, bukannya nomor 53 Herbie…

VW town 7

If you are lucky, you can see a rare ragtop split-oval Beetle crossing by the railroad intersection – Jika mujur, kita dapat melihat sebuah VW Beetle split-oval dengan rag-top yang langka yang baru melintasi rel kereta…

Thanks to the generosity of Karbit to show this town to anyone & to let me writing this article. All the best for him to expand the town larger very soon.
Terima kasih kepada Karbit yang murah hati membolehkan siapa saja untuk menikmati koleksinya ini & juga mengijinkan penulisan artikel ini. Semoga sukses mewujudkan rencananya memperluas kota Volkswagen segera.

VW town 17

There is a wedding celebration nearby the water fountain in down town. The wedding car is a pink Hebmuller – Sekelompok orang tengah merayakan perkawinan di dekat air mancur di tengah kota. Kendaraan pengantinnya ternyata sebuah Hebmuller berwarna pink…

VW town 16

The only train station in Volkswagen town – Satu-satunya stasiun kereta di kota Volkswagen…

VW town 14

There are hills on one side of the Volkswagen town, so the German engineers dug two tunnels for the rail road to go through – Di salah satu sisi kota terdapat perbukitan, sehingga insinyur-insinyur Jerman terpaksa harus membuat terowongan menembusnya untuk jalur rel kereta…

VW town 12

An aerial view of the Volkswagen town city center, where the local Samba bus club like to show-off their fleet – Tampak atas pusat kota Volkswagen. tempat favorit klub lokal Samba bus untuk mejeng…

VW town 11

A Type 3 parking area nearby a caravan – Tempat parkir VW Type 3 di dekat sebuah karavan …

VW town 18

The town model & the storage-display cabinets – Maket kota & kabinet penyimpanan di dinding…

Campervan camping in Gunung Pancar (again)

Here we are, camping in Gunung Pancar again. Gunung Pancar is a favorite place because it’s near from Jakarta, good access road, not too high elevation (only around 400m asl) & not far from a supermarket or convenience stores for the supplies.
Untuk kesekian kalinya, kami kembali camping di Gunung Pancar. Tempat ini sudah menjadi favorit karena letaknya yang dekat dari Jakarta, aksesnya mudah, elevasinya tidak terlalu tinggi (hanya 400m dpl) & tidak jauh dari supermarket atau toko retail.

Pancar M89 10In honoring to two of our college friends; one is still under a medical treatment & another one is having a vacation in Indonesia (he lives in Zurich, Switzerland) I gave them the idea to do an easy camping in Gunung Pancar, bringing a campervan; something they wanted to know. Another friend joining us with his 9yo son & 5yo female Doberman.
Untuk menghormati dua orang kawan kuliah dulu; satu sedang menjalani pengobatan & satu lagi sedang berlibur ke tanah air (beliau tinggal di Zurich, Swiss), saya mengajak mereka camping ke Gunung Pancar dengan menggunakan campervan, sesuatu yang sebelumnya membuat mereka penasaran. Satu kawan lagi bergabung membawa putranya berumur 9 tahun & anjing Dobermannya berumur 5 tahun.Pancar M89 9It was two days after Eid Al-Fitr; the Jagorawi toll road had a 1km long traffic jam before the Sentul City exit, the place was crowded with people, motorcycles & cars. Yes, it was still holiday season. Compared with the last time I came here, this time was completely different; too many visitors, littering garbage everywhere & bad traffic. The good news was we got the best camping spot; the same spot when we were here in January.
Waktunya hanya dua hari sesudah Lebaran; jalan tol Jagorawi macet parah 1km sebelum pintu keluar Sentul City, tempatnya penuh dengan pengunjung, sepeda motor & mobil. Betul, masih dalam masa liburan. Berbeda dengan waktu kami camping di sini di bulan Januari lalu, sekarang lokasinya terlalu ramai, sampah berserakan di mana-mana & lalu lintas yang padat. Kabar baiknya adalah kami mendapatkan spot camping yang terbaik, yang sama dengan camping terakhir lalu.

Pancar M89 3So we spot the Deep Purple campervan in the same position. This time we rigged up three tents on the flat field below. When the dusk coming by, many visitors disappeared. Only a few families setting up their tents nearby. We enjoying more as the place became quieter.
Kami memarkirkan Deep Purple di tempat yang sama. Lalu kami mendirikan tiga buah tenda di lapangan yang datar di bawahnya. Menjelang senja hari, banyak pengunjung yang kembali pulang. Hanya beberapa keluarga yang bercamping malam itu. Lokasinya pun menjadi tenang & lebih menyenangkan.

Pancar M89 4 Pancar M89 5

One thing to tell is regarding the female Doberman; Gamma. She is very well trained by her owner. She obeys her master’s commands to stay, to sit, to get into her portable kennel, to get out, etc. She didn’t really get distracted by the crowded. She was pretty much focusing to her master. And she was a very good guard dog, guarding us during the night. She didn’t bark at all during the stay but she could detect if somebody has a bad intention to us; what Cesar Millan always says ‘the negative energy’ that dogs feel & see. In this situation, without barking, she will show her stand & if the guy keep approaching, she will bite, a bad bite.
Ada satu hal yang menarik untuk diceritakan di sini yaitu anjing Doberman betina yang diajak camping bernama Gamma berumur 5 tahun. Kelihatan sekali bahwa anjing ini sangat terlatih. Gamma menurut apa saja yang diperintahkan oleh tuannya sekaligus pelatihnya untuk diam di tempat, duduk, untuk masuk ke dalam kandang portabelnya, untuk keluar kandang, dsb. Gamma tidak begitu terdistraksi oleh keramaian melainkan tetap fokus kepada pelatihnya. Anjing ini juga anjing penjaga yang baik, menjaga kami di waktu malam. Selama di tempat camping, Gamma tidak menggonggong sekalipun. Anjing ini dapat mendeteksi kalau ada orang yang berniat jahat, sesuatu yang sering disebutkan oleh Cesar Millan sebagai ‘energi negatif’ yang dirasakan & dilihat oleh anjing. Dalam situasi seperti ini, tanpa menggonggong, Gamma akan berdiri menghadang & jika orang berniat jahat tersebut tetap maju, maka Gamma akan menyerang & menggigit, yang dapat mengakibatkan cedera serius.

Pancar M89 6Bombay Matano 1

Next time, I will bring my Labrador & perhaps my Beagle camping with her & let them be trained by my friend.
Lain waktu, saya akan membawa serta Labrador saya & mungkin juga Beagle untuk camping bersama Gamma & akan memberi kesempatan kepada kawan saya untuk coba melatihnya.

Pancar M89 7Eating, cooking, talking, drinking, cooking, eating, talking, etc. that’s all we did spending the evening & the night. We also set up a bonfire & burned a few marshmallows. It was a dry season so we had no worries of getting rain.
Makan, memasak, ngobrol, minum-minum, memasak, makan, ngobrol, dsb. Hanya itulah yang kami lakukan bersama mengisi waktu sore & malam. Kami juga menyalakan api ungun & memanggang marshmallow. Di tengah musim kering, kami tidak kuatir akan turun hujan.

Pancar M89 8It was a pleasant quick & easy camping with my old friends. Usually I do camping with my family. We enjoy our friendship. By the next morning, we left the place back to Jakarta. Gunung Pancar, for sure, sooner or later, we’ll be back with the campervans.
Acara campingnya cukup singkat tetapi sangat berkesan diluangkan bersama-sama kawan lama. Biasanya saya camping bersama keluarga. Kami menikmati persahabatan ini. Di pagi harinya, kami kembali pulang menuju Jakarta. Cepat atau lambat, kami pasti akan kembali ke Gunung Pancar.

Pancar M89 1

Please call +62 813 1031 4210 for booking the Campervan.
Mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210 untuk pemesanan Campervan.

Campervan camping party at Sukamantri

Sukamantri 11

Have you ever heard a camping ground called Sukamantri? I bet you have not & I wouldn’t blame you for that. Sukamantri is actually one of the best camping grounds for citizens of Jakarta (& also Bogor), but unfortunately it is not that popular compared to, for instance, Gunung Pancar & Gunung Bundar. I’d blame on the misled information regarding the difficulty to reach the place due to the road condition, written in many travelling blogs, saying that the road is very bad & we need a kind of SUV type vehicles. Well, this is 90% wrong. Yes, it’s not advisable to drive a sedan, although my sister drove a Suzuki SX4 (even it’s a crossover model but the ground clearance is not that different with sedan), but generally we can drive any types of cars. You can trust me on this.
Jika Anda belum pernah mendengar sebuah bumi perkemahan bernama Sukamantri, saya maklum. Sukamantri sebenarnya adalah salah satu bumi perkemahan terbaik untuk warga kota Jakarta (& juga Bogor), tetapi sayangnya tempat ini tidak begitu populer dibanding misalnya, Gunung Pancar & Gunung Bundar. Saya menyalahkan informasi yang ngaco yang banyak ditulis di blog tentang kondisi jalan ke sana yang sangat jelek & hanya bisa dilalui oleh kendaraan jenis SUV saja. Informasi ini 90% salah. Memang betul kalau sedan tidak disarankan (walaupun apakah memang ada orang mau memakai sedan pergi ke bumi perkemahan di gunung?), meskipun adik saya kemarin tenang-tenang saja membawa Suzuki SX4nya yang mirip sedan, tetapi secara umum semua jenis kendaraan bisa dipakai menuju lokasi ini. Percayalah.

Sukamantri 20The good things about Sukamantri:

  1. 60km away from Pasar Minggu, South of Jakarta, (& only 10km from Bogor) is considered as NEAR. This is much nearer from Gunung Bundar.
  2. Relatively a quiet place. Have you been to Gunung Pancar? It’s closer but it’s much more crowded & noisy.
  3. Quiet also means we don’t be bothered to book the place in advance. Just go show & a camping spot is always available.
  4. Our vehicle can enter the camping ground. This means we can camp using our Campervan & we can bring heavier logistics for more convenient camping.
  5. Comfortable elevation at 800m above sea level. At this elevation, the air is very fresh & the temperature is very nice because it’s not too cold.
  6. Toilets are many available in generally good condition with flowing clean natural spring water.
  7. Warung (food shops) are available, just in case we are too lazy to cook ourselves.
  8. The place is safe. It’s part of the training ground of the Army’s elite Kujang Raider unit. Nobody will commit a crime in an Army training ground, will it?
  9. Cellular phone signal is available, thought it’s on-off. Recommended provider: Telkomsel.

Sukamantri 9

Kenapa Sukamantri menarik?

  1. Jaraknya dekat. Dari Pasar Minggu (Jakarta Selatan) hanya 60km saja. Dari Bogor hanya 10km. Tempat ini jauh lebih dekat daripada bumi perkemahan Gunung Bundar.
  2. Tempatnya relatif tidak ramai. Pernahkah Anda pergi ke Gunung Pancar? Memang lebih dekat tetapi terlalu ramai & lebih berisik.
  3. Sepi juga berarti kita tak perlu untuk memesan tempat ini jauh-jauh hari. Cukup langsung datang & hampir selalu ada tempat tersedia.
  4. Kendaraan dapat masuk ke area camping. Ini berarti kita dapat menggunakan Campervan untuk camping & dapat membawa perbekalan yang banyak.
  5. Elevasi sekitar 800m di atas permukaan laut yang membuat temperatur nyaman tetapi tidak terlalu dingin. Udaranya pun segar.
  6. Toilet tersedia cukup banyak & tersebar. Kondisi umumnya terawatt. Air alam yang jernih tersedia mengalir tanpa henti.
  7. Warung makanan banyak tersedia, jika kita tak bersemangat untuk memasak.
  8. Tempatnya aman karena termasuk daerah latihan TNI-AD Kujang Raider.
  9. Sinyal hape ada walaupun intermiten. Disarankan: Telkomsel.

Sukamantri 14BWC

So, how to get there? It’s easy:

  1. First of all, if we have never been there or if we are not familiar with city of Bogor, please use the Google Map & search ‘Sukamantri Camping Ground’. It’ll show us a few alternative routes & it’ll give us the idea about where it is. Please remember, Bogor is a traffic-jammed city especially during weekends.
  2. If we drive, from wherever we come from, we need to reach the road of Jalan Raya Ciapus. This is what I recommend because it’s clearer & less junctions. If we see the Angkot no 3 Ramayana-Ciapus, then we are on the right track.
  3. We will notice at least two green-square road signs saying the Bumi Perkemahan Sukamantri (Sukamantri Camping Ground). One of the signs tells us to turn left to reach the camping ground.
  4. From the junction, the road becomes narrow but in good condition & straight. An intersection will be in front of us not far, just go straight. The good road will ends after 2km.
  5. A gravel road will follow; ascending & winding for about 2km. Some spots are too narrow for two cars, but majority two vehicles can pass each other. Don’t worry, the road is very empty.
  6. After passing a security portal & a big housing complex on the left (people say it’s owned by the family of Cendana), the road gets worse; from gravel becoming rocky road without asphalt. This is the misled information written in many blogs regarding the bad road condition, preventing many people to visit Sukamantri. In my opinion; yes the road is bad & not comfortable but as long as our car is not a regular sedan, then we can go through with no problem. Of course, keep the low speed to preserve the mood of the passengers aboard.
  7. After 1km, we will reach the Kujang Raider gate before entering the rain forest. Here, the road gets more ascending & winding under the canopy of jungle.
  8. After another 1km, we will reach the entrance post of the Sukamantri camping ground.

Sukamantri 21

Bagaimana menuju ke sana? Gampang saja:

  1. Pertama-tama, jika kita belum pernah ke sana atau jika kita tidak begitu mengenal Bogor, gunakanlah Google Map lalu cari ‘Sukamantri Camping Ground’. Kita akan diberi beberapa pilihan rute & jelas lokasinya berada dimana. Jangan lupa, Bogor biasanya parah oleh kemacetan terutama di akhir pekan.
  2. Jika kita membawa kendaraan, dari arah mana pun kita datang, tujuan kita adalah Jalan Raya Ciapus. Rute ini ini yang saya rekomendasikan karena lebih jelas & tak begitu banyak belokan & pertigaan-perempatan. Jika kita sudah melihat ada Angkot no 3 jurusan Ramayana-Ciapus, maka kita sudah berada di jalan yang benar.
  3. Petunjuk jalan & lokasi berbentuk kotak berwarna hijau akan jelas terlihat. Ikuti saja sampai memberitahukan kita untuk belok kiri ke arah Bumi Perkemahan Sukamantri.
  4. Lepas dari dari jalan raya, jalan menjadi lebih sempit tetapi bagus kondisinya & lurus. Ada satu simpang di depan, ambil jalan terus. Jalan bagus ini akan berakhir sekitar 2km.
  5. Selanjutnya jalan rusak, dilapisi kerikil & aspalnya sudah bertahun-tahun hilang. Jalan akan mulai menanjak & ada beberapa kelokan sepanjang 2km. Sempit tapi cukup untuk dua buah kendaraan berpapasan, namun ada beberapa spot yang lebih sempit lagi sehingga satu kendaraan akan harus mengalah. Walaupun begitu, jalanan sangat sepi. Sangat jarang ada kendaraan dari arah depan.
  6. Lalu kita akan sampai ke portal security & di dekatnya ada sebuah rumah besar dengan halaman luas & latar belakang Gunung Salak yang indah (kata orang itu adalah rumah milik keluarga Cendana). Selepas ini, jalan akan semakin jelek; jalan bebatuan tanpa aspal. Inilah yang banyak ditulis orang di berbagai blog sebagai jalan batu yang sukar dilalui kendaraan & menyebabkan tidak banyak orang mau berkunjung ke Sukamantri. Menurut saya; memang betul jalannya jelek & tidak nyaman tetapi sepanjang kendaraan kita bukan sedan, maka kendaraan apa pun akan dapat melaluinya dengan aman. Tentu saja, jalan pelan-pelan agar penumpang tetap merasa senyaman mungkin.
  7. Setelah 1km, kita akan sampai ke gerbang Kujang Raider sebelum memasuki hutan tropis. Dari sini, jalanan akan semakin menanjak & semakin berkelok-kelok di bawah kanopi hutan.
  8. 1km berikutnya, maka sampailah kita ke gerbang masuk kawasan bumi perkemahan Sukamantri.

Sukamantri 12

Tickets (very affordable):

  1. Entrance: Rp5,000.00/pax.
  2. Camping: Rp5,000.00/pax/night.
  3. Maintenance retribution: Rp5,000.00/pax.
  4. Parking: Rp10,000/car.

Sukamantri 10SBWC

Tiket (sangat terjangkau):

  1. Masuk: Rp5ribu/orang.
  2. Camping: Rp5ribu/orang/malam.
  3. Retribusi kebersihan: Rp5ribu/orang.
  4. Parkir: Rp10ribu/kendaraan.

Sukamantri 18What to do there:

  1. Camping – what a silly answer.
  2. Eating – another silly answer.
  3. Any outdoor activities: playing football, volleyball, frisbee, hide-n-seek, tug-o-war, etc.
  4. Trekking: to the near water fall, called Curug Parakan. The distance is only less than 1km but we must use a guide (easily available from one of the warung, the fee is only Rp50,000.00) because of the track conditions: steep uphill, narrow, on the edge of deep cliff on some spots, dense forest, some misled junctions, slippery river bed & rocks. During dry season, the water barely flows, but it’ll be nice during the wet season.
  5. Bonfire – the woods is available for only Rp50,000.00 good enough for a few hours fire during a cold night.
  6. Spotting the endangered Javan hawk-eagle (Nisaetus bartelsi). We will need a powerful monoscope for this as the birds are shy.
  7. Outbond – we need to book in advance for them to set up.
  8. Pre-wed, outdoor, nature, family & any other types of photography.
  9. etc.

Sukamantri 5

Apa saja yang dapat dilakukan di sana?

  1. Camping – sebuah jawaban yang nyeleneh.
  2. Makan-makan – lagi-lagi jawaban yang nyeleneh.
  3. Berbagai aktivitas outdoor: bermain bola, bola voli, frisbee, petak-umpet, tarik tambang, dsb.
  4. Trekking: ke air terjun terdekat, yang dinamakan Curug Parakan. Jaraknya dekat, kurang dari 1km saja, tetapi kita harus menggunakan jasa guide (yang gampang tersedia dari salah satu warung makanan & upahnya hanya Rp50 ribu saja) dikarenakan kondisi jalur: banyak tanjakan curam, berdampingan dengan jurang terjal, hutan yang rimbun, terdapat beberapa percabangan yang gampang membuat orang tersesat, jalur sungai kering & bebatuan yang licin. Di musim kering, debit air terjun sangat kecil tetapi akan cukup besar di musim hujan.
  5. Api ungun – kayu bakar dapat dipesan dari warung seharga Rp50ribu, cukup beberapa jam memberi kehangatan di malam yang dingin.
  6. Memperhatikan burung yang hampir punah bernama Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Burung elang berjambul ini dipercayai sebagai cikal burung garuda. Untuk dapat melihatnya di sarang di atas pohon, kita memerlukan sebuah teropong monoscope yang kuat.
  7. Outbond – perlu pemesanan di depan.
  8. Fotografi: pre-wed, outdoor, alam, keluarga & jenis lainnya.
  9. Dan sebagainya.

Sukamantri 16Sukamantri 19

Sukamantri is very good place to visit using a VW Campervan. The VW bus suspension system performs perfectly on this kind of bad rocky road. Personally I think it’s even better than the modern VW SUV suspension that I drove a week before for surveying. We feel a relatively smooth & comfortable ride along this road. You can set up the camping tent right next to the Campervan. Last time we were there, we made-over the place became a party camping-picnic ground…
Sukamantri adalah tempat yang sangat bagus untuk disambangi dengan VW Campervan. Sistem suspensi VW Bus ini bekerja sempurna di atas jalanan jelek berbatu semacam ini. Secara pribadi saya menilai malahan suspensinya lebih baik daripada suspensi VW SUV yang modern seperti yang saya kendarai seminggu sebelumnya waktu survey lokasi. Kita akan merasakan perjalanan yang cukup halus & nyaman walaupun jalannya sangat jelek. Di lokasi, kita dapat mendirikan tenda tepat di sampingnya. Waktu kami di sana, kami mengubah tempat perkemahan menjadi semacam tempat pesta & piknik.

Sukamantri 4

Sukamantri 17

We can also visit the place only for a day picnic, no need to camp overnight. Thanks to the short distance from Bogor & Jakarta.
Kita juga dapat mengunjungi tempat ini cukup untuk piknik seharian, tanpa menginap. Jaraknya relatif dekat dari Bogor & Jakarta.Sukamantri 6Sukamantri 15

So, if you are interested to go to Sukamantri using our Campervans, please call +62 813 1031 4210 for booking.
Jika Anda tertarik ke Sukamantri menggunakan Campervan kami, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210 untuk pemesanan.

Sukamantri 3

The video on YouTube: