Red Hot Chili Peppers: the first campervan fleet member

Introducing to you our first campervan fleet member. His name is Red Hot Chili Peppers, a 1963 Volkswagen Type 2 T1, aka Split bus aka VW Dakota (that’s what Indonesians call it referring to the DC-3 Dakota aircraft which has similar split-windscreen). Although he is more than a half-century years old, he has much newer 1700cc engine with a double carburetors which give him sufficient powerful HP,  an AC, a newer frame & suspension systems. He got the camper interior just recently in July 2014.

Ariane 18

Perkenalkan anggota pertama dari armada campervan kami. Kami menamakannya Red Hot Chili Peppers, sebuah Volkswagen Type 2 T1 buatan tahun 1963, alias Split bus, alias VW Dakota (nama Dakota ini hanya dikenal di Indonesia merunut ke pesawat terbang DC-3 Dakota yang kaca depannya terpisah & kelihatannya mirip). Walaupun umurnya sudah lebih dari setengah abad, campervan ini mempunyai mesin 1700cc yang jauh lebih baru lengkap dengan karburator ganda yang memberikan tenaga lebih besar, mempunyai pendingin udara (AC), rangka & sistem suspensi yang lebih baru. Interior campernya dipasang baru-baru di bulan Juli 2014.

Red Hot Chilli Peppers

1963 split bus name Red Hot Chilli Peppers – VW Dakota tahun 1963 bernama Red hot Chilli Peppers.

Interior 4S

Homey classic camper interior: the retro-look rear seats with plenty of wooden storage cabinets – Interior camper klasik yang homey: kursi belakang dengan tampilan retro disertai kabinet penyimpanan.

Interior 3S

A portable table for four, removable buddy seats with additional storage underneath, a refrigerator, two gas cooker & a sink. What else would you need for a camping or just a picnic? – Sebuah meja portabel & kursi untuk empat orang, bangku ‘buddy-seat’ yang portabel & juga sebagai tempat penyimpanan, kulkas, dua buah kompor gas butana & sink cuci piring. Apa lagi yang Anda butuhkan untuk pergi camping atau sekedar piknik?

Interior 1S

Cosy rock-n-roll bed, good for two adults with additional one small child – Tempat tidur ‘rock-n-roll’ yang nyaman, cukup untuk dua orang dewasa, atau bisa juga ditambahkan lagi satu orang anak kecil.

This cozy bed & lighting will make you sleep fast & better.

This cosy bed & relaxing lighting will make you sleep fast & better, accompanied by Big Bird & Elmo – Tempat tidur yang nyaman & penerangan yang membuat rileks akan membuat Anda cepat tidur & berkualitas, ditemani oleh Big Bird & Elmo…

Ariane 3

The Corona Extra are not included :)

We are sorry, the Corona Extra are not included 🙂 – Bir Corona Extra ini tidak termasuk, mohon maaf…

The classic side awning.

The classic style side sun canopy – Kanopi matahari bergaya klasik.

The bike carrier. Location: Gunung Pancar, Bogor.

The rear-mounted bike carrier can carry two bicycles – Bike carrier di belakang dapat memuat dua buah sepeda.

Using a campervan, we can carry lot of stuffs helping our family picnic more enjoyable & convenient.

Using a campervan, we can carry lot of stuffs helping our family picnic more enjoyable & convenient – Campervan dapat memuat begitu banyak barang & perlengkapan yang membuat camping atau piknik bersama keluarga semakin menyenangkan…

Family picnic is a quality time, accompanied by a classic VW campervan.

Family picnic is a quality time, accompanied by a classic VW campervan – Piknik bersama keluarga adalah aktivitas yang sangat berkualitas & semakin menyenangkan karena ditemani sebuah VW campervan klasik.

Good access road & a flat place is a suitable location to set up the campervan. Location: Gunung Pancar, Bogor.

Good access road & a flat place is a suitable location to set up the campervan – Tersedianya jalan masuk yang baik & permukaan yang datar adalah lokasi yang tepat untuk memarkir campervan.

The camping ground in Gunung Pancar is in the middle of a pine forest.

This pine forest camping ground is located at Gunung Pancar, about an hour driving from Jakarta – Bumi perkemahan di tengah hutan pinus ini terletak di Gunung Pancar yang berjarak sekitar 1 jam mengemudi dari Jakarta.

Location: pine forest, Gunung Pancar, 400m asl, Bogor.

The pine forest at Gunung Pancar is located about 400m asl – Hutan pinus Gunung Pancar berada di ketinggian sekitar 400m dpl.

Gn Pancar 13S

Since the beginning, VW Campervan has been always a popular object for photography – Sejak awal diciptakan, VW Campervan selalu menjadi objek fotografi yang populer.

Beach picnic is another family quality time. Using a VW campervan enhances it & brings comfort. Location: Pantai Mutiara, Jakarta.

Beach picnic is another family quality time. Using a VW campervan enhances it & brings greater comfort. Location: Pantai Mutiara, Jakarta – Piknik di pantai bersama keluarga merupakan satu kegiatan positif lainnya. VW Campervan menyediakan kenyamanan untuk seluruh anggota keluarga. Lokasi: Pantai Mutiara, Jakarta.

BlackX 6

Note: Red Hot Chilli Peppers is an American funk rock band found in 1983.
Catatan: Red Hot Chilli Peppers adalah nama sebuah grup band funk rock dari Amerika yang berdiri sejak tahun 1983.

Capolaga 8

Heading back to Jakarta from somewhere…

Tamara Cream 1

This beautiful wedding car is actually RHCP. Cream color cutting sticker was used to cover the whole bottom-half part, transforming it to become a different look car.

Advertisements

Camping with a Campervan at Gunung Pancar

The year of 2015 was still young. In the middle of rain season, we were very lucky to have several fine & bright days. The children were still in school holiday. So why don’t we go for a quick camping? Quick means just one night & not far from Jakarta. So there we went to Gunung Pancar camping ground. Located in outskirt of Sentul City, Bogor. It took us only about one hour to reach there from our house in South of Jakarta. Thanks to JORR toll road connecting to Jagorawi toll road.
Masih di awal tahun 2015, di tengah-tengah musim hujan, kami merasa beruntung mendapat beberapa hari yang cerah. Anak-anak masih liburan akhir tahun sekolah. Kami pikir kenapa tidak pergi camping ? Cukup satu malam saja & tidak jauh dari Jakarta. Maka segeralah kami pergi ke bumi perkemahan Gunung Pancar. Lokasinya di pinggiran Sentul City, Bogor. Dari rumah kami di Jakarta Selatan, cukup satu jam kami sudah tiba di lokasi, berkat jalan tol JORR & Jagorawi. 

The route to get there is simple: From Jagorawi toll road, exit in Sentul City toll gate. Turn left & follow Sentul City main road (i.e. Jalan MH Thamrin). After about 3-4km ascending road & a bit descending, it will reach the big roundabout & Sentul Nirwana estate sign. Turn left here & before the entrance gate of The Jungle Land amusement park, turn right. Starting from here, the road gets worse & going uphill. About 2-3km you will reach the camping ground ticketing gate.
Rute menuju ke sana mudah. Dari Jagorawi, keluar di pintu tol Sentul City. Belok kiri di pertigaan & ikuti saja jalan utama Sentul City (yaitu Jl. MH Thamrin namanya). Sesudah sekitar 3-4km jalan tanjakan & sedikit turunan, maka sampailah ke bundaran besar dengan tulisan Sentul Nirwana. Belok kiri di sini & sebelum gerbang masuk taman rekreasi The Jungle Land, belok kanan. Dari sini, Anda akan temui jalanan aspal yang kurang terawat & terus menanjak. Sekitar 2-3km akan sampailah di gerbang masuk bumi perkemahan. 

Only for visiting, not camping, the fee is Rp5k/pax & Rp5k/car. For camping, it varies. The best camping ground is the A-block & the fee is Rp100k/pax/night. We managed to negotiate down to Rp80k per adult & Rp70k per child. Car is included.
Tiket masuk tanpa camping adalah Rp5ribu/orang & Rp5ribu/mobil. Untuk camping, harganya bervariasi. Untuk bumi perkemahan blok-A, harga pertiket adalah Rp100ribu/orang/malam. Kami berhasil bernegosiasi & harga tiket turun menjadi Rp80ribu/dewasa & Rp70ribu/anak sudah termasuk kendaraan.

Pancar 13S

The access road to A-block…

The good things about A-block are the large well-maintained flat lawn field, new toilet & bathing facilities (2 men & 2 ladies including sitting & squatting type toilets), not far from the management & security office so it’s more secure during night time, lightings are provided, including 220V power outlets, no village access road so it’s not noisy with passing by motorcycles nor villagers. The access road is mixed gravel, rocks & dirts but relatively flat, no steep ascending. The area is still pretty clean. The management provided large garbage plastic bags nearby our spot.
Kelebihan blok-A adalah adanya lapangan rumput yang terawat, fasilitas toilet & kamar mandi yang relatif baru (ada 2 untuk pria & 2 untuk wanita lengkap dengan toilet duduk & jongkok), letaknya tidak jauh dari kantor pengurus & sekuriti sehingga tempatnya relatif lebih aman khususnya di malam hari, lampu penerangan (lampu sorot) disediakan termasuk colokan listrik PLN 220V, tak ada jalan akses ke perkampungan sehingga tak berisik oleh lalu-lalang motor atau penduduk. Jalan masuknya campuran, bebatuan, kerikil & tanah yang relatif datar, tak ada tanjakan yang terjal. Areanya relatif masih bersih. Pengurus menyediakan tas sampah plastik besar di dekat camp kami.

We parked our Deep Purple Campervan at a flat dry space among pine tress facing the lawn field & open sky above it.
Kami memarkirkan Campervan Deep Purple kami di spot yang datar & kering di antara pepohonan pinus menghadap lapangan rumput & langit yang terbuka di atasnya.

Pancar 11S

The A-block camping ground.

We love this Gunung Pancar because it’s not far from Jakarta, good access roads, maintained pine forest & moderate elevation; only about 400-500m asl, not too hot & not too cold, almost perfect.
Kami sekeluarga sangat menyenangi Gunung Pancar karena lokasinya tidak jauh dari Jakarta, kondisi jalan yang baik, hutan pinus yang terjaga & elevasinya yang moderat; yaitu sekitar 400-500m dpl sehingga udaranya tidak panas & tidak dingin.

Pancar 12S

You won’t believe that all of these camping equipment are loaded & stored nicely inside the Campervan…

It was a windy day & the pine trees generating whirling & tweeting sound, a kind of natural noise which is not available in the cities.
Hari itu cukup berangin. Pergerakan & pergesekan pepohonan pinus & angin menimbulkan suara khas yang tak pernah terdengar di kota-kota. 

???

Here are some pics to give you more information about the camping ground & off course, the Deep Purple Campervan…
Berikut foto-fotonya untuk semakin memberikan gambaran tentang bumi perkemahannya & tentu saja, Campervan Deep Purple kami…

Pancar 9 textS

The background mountain is Gunung Pancar.

Pancar 10SA text

Pancar 8 text2SBWC

Pancar 7 textS

Pancar 5 textS

Pancar 2S

The classic rear view of a VW Campervan, a favourite place for taking a family photo….

For more information, please visit their website: http://www.gunungpancar.com.
Untuk informasi lebih lengkap, mohon kunjungi lamannya: http://www.gunungpancar.com

Pancar 1S

Gunung Pancar is one of the best camping grounds to spend with your family on a weekend…

The VW Beetle: by the numbers

The VW Beetle: by the numbers.
VW Beetle: menurut angka-angka

On July 31, 2003, Volkswagen Beetle was officially discontinued. I’m left with mixed emotions. I’m saddened because a piece of our hobby is officially no more & worried about the future of spare parts supply, but on the other hand, the VW Beetle can now truly become a part of history. Most of us were not alive when VW started building them, but we can all be happy to say we were here when they stopped.
Pada tanggal 31 Juli 2003, Volkswagen Beetle secara resmi dihentikan produksinya. Sebagai seorang pecinta VW, perasaan saya bercampur aduk. Sedih karena salah satu hobby secara resmi diberhentikan & kuatir suku cadang akan hilang di masa depan. Tetapi di sisi lain, VW Beetle sudah tegas menjadi bagian dari sejarah. Hampir semua di antara kita belum lahir pada waktu VW mulai membuatnya, tetapi bolehlah kita semua senang karena kita hadir pada waktu mereka menghentikannya.

Kodok Tamara 2S

Introducing to you our Picnic Beetle; 1974 1303 Super Beetle – Perkenalkan VW Kodok kepunyaan kami yang diberi nama Picnic Beetle, sebuah 1303 Super Beetle buatan tahun 1974…

After 58 years, Volkswagen & its factories around the world turned out 21,529,464 examples of the People’s Car. Thought it isn’t the most produced car in history anymore, VW still holds the tile (Rabbit / Golf is hit more than 25 million mark).
Selama 58 tahun, dari berbagai pabrik Volkswagen di seluruh dunia telah memproduksi 21,529,464 buah VW Beetle. Angka ini sempat bertengger di puncak rekor, sebelum dikalahkan oleh produk VW lainnya, Golf (di Amerika disebutnya Rabbit) yang sudah mencapai lebih dari 25 juta unit.

Tamara 1S

This is one classic view of a VW Beetle; in the middle of an open grass field – Salah satu foto klasik VW Beetle yaitu di tengah lapangan rumput terbuka…

A near impossibility is to picture 21,529,464 VWs. Go out to your garage or driveway, look at your beetle & picture that one car 21,529,463 more times down your street. I’ll bet you can’t, because for starters, you can’t physically see that far. If you line up end to end all Beetles ever made, your street would be a traffic jam 86,280km long – a quarter of the way to the moon – & stacking them one on top of the other, it would form a pile of Beetles 32,130km high. On the average, one Beetle came off the production line one every 85 seconds, 24 hours a day, seven days a week for 58 years. That’s 18,300,044 tons of Beetles, more than 345 HMS Titanics, three Empire State Buildings or the combined average weight of every person in America in 2003.
Hampir mustahil melihat langsung VW Beetle sebanyak 21,529,464 buah. Pergilah keluar, lihat mobil VW Beetle Anda parkir di depan rumah & coba bayangkan ada 21,529,463 mobil sejenis lagi yang parkir di belakangnya. Bisa? Saya pikir tak akan bisa, karena keterbatasan penglihatan kita tak dapat melihat sejauh itu. Jika semua VW Beetle yang sudah pernah dibuat berbaris di jalanan, maka kemacetan dahsyat sepanjang 86,280km akan terjadi – jarak ini sama dengan ¼ jarak bumi ke bulan – & jika ditumpukan satu per satu, maka tumpukannya akan mencapai 32,130km tingginya. Kalau dirata-ratakan, sebuah VW Beetle dibuat dalam waktu hanya 85 detik, non-stop selama 24 jam sehari & 7 hari seminggu selama 58 tahun. Total beratnya mencapai 18,300,044 ton, setara dengan lebih dari berat 345 buah kapal HMS Titanic, atau tiga gedung Empire State Building atau total berat rata-rata semua penduduk Amerika di tahun 2003.

Tamara 2s

“…Spread your little wings & fly away…” Queen, Spread Your Wings, 1977

The numbers are staggering, especially considering the massive amount of minute parts that go along with them. If there’s 21,529,464 Beetles , that means that they were equipped with 301,412,496 light bulbs, 17,397km of fan belts & 107,647,320 tires (five each). Standing one next to another, the tires would stretch from Los Angeles to Calcutta India, 13,590km away, which is twice the length of the Nile River in Africa. There are 688,942,848 fender bolts, three for every person in this country; 86,117,856 pistons, enough to make a pile of pistons 1.6km high, 1.6km wide & 1.6km thick; & 109,117,856 lug nuts, one for every baby born in the world in 2003. If we put these lug nuts end to end, it would be a chain 3,128km long & weight 10,229 tons, more than the Queen Mary.
Angka-angka ini bertambah dahsyat untuk berbagai komponen kendaraan yang dipakai. Untuk jumlah 21,529,464 unit VW Beetle, maka ada 301,412,496 buah bohlam lampu, tali kipas sepanjang 17,397km & ban berjumlah 107,647,320 (masing-masing 5 ban di satu unit). Jika ban-ban ini diberdirikan berjejer, maka panjang barisannya akan menyambungkan kota Los Angeles di Amerika sampai ke kota Kalkuta di India sepanjang 13,590km, yang juga dua kali lipat panjang Sungai Nil di Afrika. Komponen lainnya; ada 688,942,848 buah baut bemper, setiap orang di Amerika akan mendapat masing-masing 3 buah baut ini; 86,117,856 buah piston, cukup untuk membuat tumpukan piston setinggi 1.6km, lebar 1.6km & tebal 1.6km; & 109,117,856 buah mur lug, satu untuk setiap bayi yang lahir di dunia di tahun 2003. Jika mur lug ini dijejerkan, maka panjangnya akan mencapai 3,128km dengan berat 10,229 tons, lebih berat daripada kapal Queen Mary.

Tamara 6SA

Ready to take the whole family for a picnic – Siap untuk membawa Anda piknik sekeluarga…

If all of the Beetles’ back seats were stacked up on top of each other it would be a tower 4,349km high, & if we tiled them out they would completely cover 111-square km Nantucket Island. If we filled up the tanks of all the Beetles, it would drain half of the Lake Ontario, & if we bottled all the oil used in all the Beetles it would fill 40 million wine bottles, nearly twice the oil that was spilled by the Exxon Valdez in 1989. Enough headliner material has been used by VW to cover Manhattan Island almost twice, & line up all the valves side by side & it would stretch from New York across the Atlantic to Paris. If you laid out the VW logo hood ornaments from all the Beetles it would cover 11,515-square meter, enough to completely blanket two football fields, & if you lined them up, it would stretch from Montana to the North Pole.
Jika semua kursi belakang VW Beetle ditumpukan satu per satu, maka tingginya akan mencapai 4,349km & jika didudukan berdempetan, maka luasnya akan mencapai 111 km persegi seluas Pulau Nantucket. Jika semua tangki bensin VW Beetle diisi, maka volumenya sama dengan setengah isi Danau Ontario. Kalau oli mesinnya ditampung di botol, maka akan diperlukan botol wine sebanyak 40juta buah, jumlah oli ini yang sama dengan hampir dua kali lipat volume minyak mentah yang ditumpahkan oleh kapal tanker Exxon Valdez di tahun 1989. Material plafonnya yang dipakai akan cukup untuk membungkus Pulau Manhattan dua kali. Jika semua katup mesin dijejerkan, maka panjangnya akan menyambungkan kota New York di Amerika menyeberang samudera Atlantik sampai ke kota Paris di Perancis. Jika semua logo VW (yang terletak di atas kap bagasi depan) dipasangkan berdampingan, maka luasnya akan mencapai 11,515 meter persegi, yaitu seluas dua lapangan sepak bola. Jika logo ini didirikan bersebelahan, maka panjangnya akan mencapai jarak dari negara bagian Montana sampai Kutub Utara.

ITB 3S

Nearby ITB, Bandung – Di dekat kampus ITB yang asri, Bandung…

The average fuel capacity of all the Beetles total 855,838,562 liters, which is enough fuel to keep 100 Boeing 747s flying non-stop for nearly five years (provided they used regular gas). Though the cargo volume changed periodically through the course of production, they all add up to roughly 6.1 cubic km worth of space, which is equal to the amount of mountain blown off by the Mount St. Helens eruption in 1980 (roughly 433m of the summit).
Jika dijumlahkan, maka kapasitas volume tangki bensin Beetle total mencapai 855,838,562 liter. Jumlah ini cukup untuk menggerakkan 100 buah pesawat Boeing 747 Jumbo Jet terbang selama lima tahun non-stop (kalau misalnya bahan bakarnya menggunakan bensin). Jika volume bagasi dijumlahkan, maka totalnya akan mencapai 6.1 km kubik, yaitu volume dari material gunung yang dilontarkan pada waktu gunung berapi St. Helens meletus di tahun 1980.

ITB 1S

In ITB (Institut Teknologi Bandung), Bandung – Gedung di belakang adalah ciri khas Kampus ITB, Bandung…

The most important figures that come out of all of this is that 21,529,464 people around the world bought, drove & enjoyed a brand new Volkswagen Beetle from a dealership sometime in their lives. This event, this source of pride for 21,529,464 people, happened daily for 58 years & after July 31, 2003, will never happen again.
Angka-angka yang paling penting sebetulnya adalah ada 21,529,464 orang yang telah membeli, mengemudikan & menikmati sebuah VW Beetle baru dari show room di salah satu masa hidupnya. Kebahagiaan & kebanggaan ini dimiliki oleh 21,529,464 orang, setiap hari selama 58 tahun & berakhir di tanggal 31 Juli 2003.

Telo 1S

This photo is the winner of the photo contest, conducted by VICC (Volkswagen Indonesian Cyber Community), March 2014 – Foto anak kami & Picnic Beetle ini pemenang lomba foto yang diadakan oleh VICC, di bulan Maret 2014…

Then again, maybe 10 years after they bought them, 90% of those 21,529,464 people sold their VW to 19,376,517 more people, & 10 years after that, 90% of those people may have sold their VW to 17,438,865 more people… & the cycle has continued & will continue possibly for endless generations.
Mungkin, 10 tahun kemudian setelah para konsumen ini membeli VW Beetle, 90% dari 21,529,464 orang telah menjualnya kepada 19,376,517 orang lain yang berbeda. Lalu 10 tahun berikutnya lagi, 90% orang tersebut telah menjualnya kembali kepada 17,438,865 orang yang berbeda … & siklus ini terus berlanjut & berlanjut sampai kepada generasi yang tak berujung.

CFD 12S

In the housing complex after returning from a Car Free Day – Di jalan masuk utama komplek setelah ikutan Car Free Day…

Keep your VW Beetle alive, they’re not making anymore of them, you know.
Peliharalah VW Beetle mu baik-baik. Mobil ini sudah tidak dibuat lagi.

Cibubur 2SA

A photo session in Cibubur – Sesi foto di Cibubur…

Cibubur 4SATEXT

Another photo in Cibubur – Salah satu foto lain di Cibubur…

Cibubur 6TEXTS

The quote speaks itself – Kata-kata bijaksana…

The Volkswagen Type 1 automobile, also known as the Volkswagen Beetle or Bug, is known colloquially by various names in different countries, usually local renderings of the word “beetle”. Among these are:
Mobil Volkswagen Type 1 juga dikenal dengan nama VW Beetle or Bug, mempunyai nama sebutan yang berbeda-beda di berbagai negara, yang umumnya menunjukan ke serangga jenis “kumbang”. Nama-nama tersebut adalah sebagai berikut:

  • Beetle in the UK
  • Bug in the US
  • Käfer (beetle) in Germany, Austria and Alemannic Switzerland
  • Kever in Dutch-speaking Belgium and the Netherlands
  • Pichirilo in Ecuador
  • Pulga (flea), Escarabajo (beetle) in Colombia
  • ඉබ්බා (tortoise) in Sri Lanka
  • Vocho, Vochito or Volcho (navel) in Mexico, Costa Rica and Colombia
  • Fusca in Brazil, Paraguay and Uruguay (from “fauvê”, “VW” in German pronunciation), Fusquinha (little VW) in Brazil, Fusquita (little VW) in Uruguay
  • Escarabajo (beetle) in Argentina, Chile, Colombia, Paraguay, Peru, Spain, Uruguay, El Salvador, Costa Rica and Venezuela
  • Peta (turtle) in Bolivia
  • Folcika or Buba (bug) in Bosnia and Herzegovina
  • Косτенурка (“Kostenurka”, turtle), Бръмбар (“Brambar”, beetle) in Bulgaria
  • Bug, Beetle in Australia, English Canada, India, the United Kingdom, and the USA
  • Escarabat (beetle) in Catalan
  • Poncho in Chile
  • 甲壳虫 (“Jiǎ Ké Chóng”, beetle) in China
  • Buba in Croatia
  • Brouk in Czech Republic
  • Boblen (The bubble), Bobbelfolkevogn (bubble Volkswagen), Asfaltboblen (The asphalt bubble), Billen (The Beetle) gravid rulleskøjte (pregnant rollerskate) or Hitlerslæden (Hitler-sled) in Denmark
  • Cepillo (brush or ice shaver) in Dominican Republic
  • خنفسة (“khon-fesa”, beetle) in Egypt
  • Fakrouna (tortoise) in Libya
  • Põrnikas (beetle) in Estonia
  • Kupla (bubble), Kuplavolkkari (bubble Volkswagen), Aatun kosto (Adi’s revenge) in Finland
  • Coccinelle (ladybug) in France, French-speaking Belgium, Algeria, Quebec and Haiti
  • Choupette (Herbie’s name in the French version of the movie) in French Canada
  • Буба (beetle) in the Republic of Macedonia
  • 金龜車 (“Jin-guei che”) in Taiwan
  • Σκαθάρι (“Skathari”, beetle), Σκαραβαίος (“Skaraveos”, scarab), Χελώνα (“Chelona”, turtle) in Greece
  • Cucaracha or Cucarachita (cockroach, little cockroach) in Guatemala, El Salvador and Honduras
  • Bogár (bug) in Hungary
  • Bjalla (bell) in Iceland
  • Kodok (frog) in Indonesia
  • Ghoorbaghei (قورباغه ای) (frog) in Persian Iran
  • Agroga عكروكة (little frog), Rag-gah ركـّة (little turtle) in Iraq
  • חיפושית (“Hipushit”, beetle) or Bimba in Israel
  • Maggiolino (maybug, cockchafer), Maggiolone (big beetle) in Italy
  • カブトムシ (“Kabuto-mushi”) (drone beetle) in Japan
  • Kifuu in Kenya
  • Vabole in Latvia
  • Vabalas in Lithuania
  • Kura (turtle), Kodok (frog) in Malaysia
  • Sedán (sedan car), Pulguita (little flea), Vocho/Vochito or Bocho/Bochito (little Volkswagen) in Mexico and across Latin America
  • Kashima in Namibia
  • Bhyagute car (frog car) in Nepal
  • Boble (bubble) in Norway
  • Foxi or Foxy in Pakistan
  • Pendong, Kotseng kuba (hunchback car), Pagong, Ba-o, (turtle), Boks (tin can), sometimes Beetle in the Philippines
  • Garbus (hunchback) in Poland
  • Carocha (beetle) in Portugal
  • Volky in Puerto Rico
  • Broasca, Broscuţă (little frog), Buburuza (ladybird) in Romania
  • Фольксваген-жук (“Folksvagen-zhuk”, Volkswagen bug) in Ukraine
  • Жук (“Zhuk”, beetle) in Russia
  • Буба (“Buba”, bug) in Serbia
  • Volla or Volksie (little Volkswagen), Kewer (beetle) in South Africa
  • Chrobák (beetle) in Slovakia
  • Hrošč (beetle) in Slovenia
  • Volks, Beetle or Ibba (turtle) in Sri Lanka
  • Mgongo wa Chura (frog’s back), Mwendo wa Kobe (tortoise speed) in Swahili
  • Folka (Volkswagen), Bagge (short for Skalbagge, beetle), Bubbla (bubble) in Sweden and Swedish-speaking Finland
  • Kobe in Tanzania
  • รถเต่า (“Rod Tao”, turtle car), โฟล์คเต่า (“Volk Tao”, Volkswagen car) in Thai
  • Kaplumbağa (turtle), Tosbağa (tortoise), Vosvos, Beetle in Turkey
  • Con Bọ in Vietnam
  • Bhamba datya (“Datya”, frog) in Zimbabwe
  • Tortuga (tortoise) in Panama
  • Escarabajo (beetle), Bocho (little Volkswagen), Rana (frog) in Perú
  • Цох in Mongolia
  • “فولوکس” (Foloks), in Afghanistan
Kota Tua Beetle 4SBWC

Another photo session in Kota Tua (Old Town), Jakarta – Sesi foto di kawasan Kota Tua, Jakarta…

Kodok 1S

The Beetle is popular of its roof rack loaded with vintage properties – VW Kodok populer dengan rak bagasi di atapnya yang dimuati oleh barang-barang lawas…

Kodok 3SBWC

The Picnic Beetle…

If you are interested to rent this gorgeous Picnic Beetle, please call +62 813 1031 4210 for inquiry.
Jika Anda berminat menyewa Picnic Beetle yang cantik ini, mohon telepon kami di nomor +62 813 1031 4210 untuk membicarakannya.